Tuesday, May 16, 2017

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Yakin Indonesia Memiliki 100 Pelabuhan Feeder

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Yakin Indonesia Memiliki 100 Pelabuhan Feeder

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia akan memiliki lima pelabuhan laut dalam dan 100 pelabuhan feeder.

Hal itu diungkapan Menko Luhut dalam pembukaan The 30th IAPH World Ports Conference 2017, di Bali. Dia mengatakan ekonomi maritim Indonesia mengalami peningkatan hingga US$1,33 triliun per tahun.

Menko Luhut menambahkan hingga saat ini, pihaknya hanya memanfaatkan sekitar 10%-15% dari IT, sementara sisanya dari laut.

Dia pun menegaskan Indonesia memerlukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktek bisnis yang baik untuk menghasilkan potensi maritim yang maksimal.


Oleh sebab itu hal ini telah tertuang dalam beleid Pepres Nomor 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

“Dalam Pepres tersebut, ada lima pilar yang dijelaskan. Yaitu, tentang kedaulatan maritim, perlindungan sosial untuk masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi dan industri maritim, pengembangan sumber daya laut, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Jumat (12/5/2017).

baca juga:

Guna memberikan manfaat dari kondisi tersebut maka pemerintah akan membangun pelabuhan-pelabuhan yang baik dengan manajemen yang efisien.

“Dalam hal ini memang masih kurang, tetapi sejak beberapa tahun lalu, kita telah memiliki rencana untuk membangun lima pelabuhan laut dalam atau deep sea, dan lebih dari 100 pelabuhan feeder di seluruh Indonesia,” ujarnya.

-------------------------

international sea freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Thursday, May 11, 2017

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ketersediaan tol laut, seperti pelabuhan berhasil menekan biaya logistik hingga 25 persen di kawasan Indonesia Timur.

“Berkaitan dengan tol laut, yang terkait pelabuhan, terutama di Indonesia bagian timur sudah dirasakan masyarakat. Turunnya harga 20 persen-25 persen, itu penurunan yang cukup tinggi,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Bidang Kemaritiman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Pada rakornas yang dihadiri jajaran menteri, gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia, Jokowi menegaskan kembali visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Presiden optimistis apabila rute dan trayek perjalanan kapal semakin banyak, harga kebutuhan pokok di Indonesia Timur juga bakal menurun.


Selain itu, kata Presiden, ketersediaan infrastruktur pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok telah mengundang daya tarik kapal-kapal kontainer berukuran raksasa untuk berlabuh di situ.

Pada 9 April lalu, sebuah kapal kargo raksasa berkapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. CMA-CGM menjadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar di pelabuhan di Indonesia.

Pelabuhan New Priok, yang baru dibangun juga dapat menampung kapal raksasa dengan daya angkut kontainer 13.000 TEUs. “Artinya, nanti juga akan ada penurunan biaya logistik, dan transportasi, karena kita sudah tidak usah transit ke negara lain. Langsung masuk ke negara tujuan,” katanya.

baca juga:


Dikatakan, penurunan biaya logistik juga bakal terjadi apabila dilakukan konsolidasi antarpelabuhan. Hal ini akan memacu semakin banyak kapal yang merapat di berbagai pelabuhan di Indonesia. “Bisa kita lakukan dengan baik, kapal besar akan semakin banyak yang merapat di pelabuhan kita, karena kapasitas yang diangkut betul-betul sudah ada,” katanya.

-----------------------------

perusahaan logistik terbaik di indonesia - quantum indonesia


Wednesday, May 10, 2017

Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Sumatra Utara Bisa Rampung Tahun Ini.

Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Sumatra Utara Bisa Rampung Tahun Ini.

Presiden Joko Widodo optimistis Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara bisa rampung tahun ini.

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman memastikan di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, akan ada feeder boat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini pengerjaan feeder boat sedang dalam proses. Tujuannya adalah mengoptimalisasi layanan di Kuala Tanjung sebagai hub internasional.

"Di Kuala Tanjung, feeder boat sedang kita kerjakan. Dan itu sekarang dalam proses yang jalan," ujar Menko Luhut pada Rakornas Kemaritiman di TMII, Kamis (4/5/2017).

Sementara itu, Kementerian Perhubungan sebelumnya juga telah menyiapkan rencana trayek pelayaran internasional dari Pelabuhan Kuala Tanjung menuju Pelabuhan Bitung. Hal ini menyusul suksesnya pelayaran perdana Davao–Bitung awal bulan ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rencana itu sesuai dengan misi Kemenhub mewujudkan Bitung dan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional.

“Setelah Davao-Bitung baru dibuka selanjutnya Kuala Tanjung juga,” ujarnya seusai membuka Rapat Kerja Direktorat Perhubungan Laut 2017 di Jakarta, Rabu (3/5) lalu.

Dia optimistis pelayaran perdana dari dan menuju Pelabuhan Kuala Tanjung bisa terwujud pada tahun ini


“Kalau Kuala Tanjung kita harapkan pada Agustus atau September tahun ini buka,” katanya.

Menurut Presiden Joko Widodo, pelabuhan ini perlu dikebut penyelesaiannya agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan di bidang transportasi laut dengan negara lainnya.

"Kemungkinan besar pelabuhan Kuala Tanjung ini akan dikerjasamakan antara Pelindo, Rotterdam Port, dan juga untuk logistiknya dengan Dubai Port. Gabungan-gabungan seperti itu akan menjadikan kekuatan kita besar," ungkapnya.

Di hadapan para peserta Rapat Koordinasi Maritim di Taman Mini Indonesia Kamis (4/5/2017) kemarin Presiden mengingatkan seluruh masyarakat untuk meninggalkan rutinitas dan pola-pola lama dalam bekerja.

Presiden Joko Widodo juga meminta agar jajarannya berfokus pada industri kemaritiman seperti galangan kapal, jasa pelayaran, dan juga hilirisasi industri.

Dia mengatakan bahwa potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan ini USD1,33 triliun atau setara dengan Rp19 ribu triliun lebih. Ini sebuah potensi yang sangat besar.

baca juga:

Namun apabila pengelolaannya hanya rutinitas, monoton, dan tidak melakukan terobosan-terobosan, maka jangan diharapkan bahwa angka ini bisa dimiliki oleh Indonesia.

“10% saja sudah bagus apalagi masuk ke 19 sampai 20 puluh ribu. Ini sebuah pekerjaan besar," sambungnya (industridotbisnisdotcom).

------------------------
international freight forwarding in medan indonesia - quantum indonesia

Thursday, April 27, 2017

Untuk Menggaet Kapal Raksasa Lainnya Pelindo II Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun

Untuk Menggaet Kapal Raksasa Lainnya Pelindo II Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun

Masuknya kapal raksasa milik Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) di Pelabuhan Tanjung Priok membuat PT Pelindo II semakin bergairah untuk menggaet kapal raksasa lainnya untuk melayani pengiriman peti kemas.

Untuk itu BUMN pelabuhan tersebut harus melakukan pengerukan kedalaman dermaga JICT agar bisa disandari oleh kapal-kapal raksasa.

Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan Pelindo II Riry Syeried Jetta menjelaskan, sebelum kapal milik CMA-CGM yang memiliki kapasitas rata-rata di atas 8.000 TEUs datang pihaknya telah melakukan pengerukan.

Sebelumnya kedalaman dermaga JICT sekitar minus 12-13 meter, sementara saat ini kedalamannya sudah mencapai minus 13-14 meter.

"Saat ini masih melakukan pengerukan. Kami targetkan kedalaman mencapai minus 16 meter pada Agustus nanti," tuturnya di Tanjung Priok, Jakarta.


Riry mengungkapkan untuk melakukan pengerukan tersebut Pelindo II menyiapkan capital dredging sebesar Rp 2,5 triliun. Selain digunakan untuk pengerukan, dana tersebut juga digunakan untuk memperlebar pelabuhan dan terusan sungai.

Kedalaman yang ada saat ini memang bisa disandari oleh kapal CMA-CGM yang rata-rata memiliki kapasitas hingga 8500 TEUs. Namun hal itu karena tingkat keterisiannya saat ini masih mencapai rata-rata 2300 TEUs.

baca juga:

Jika kapal tersebut terisi penuh maka dibutuhkan kedalaman dermaga JICT mencapai minus 15,5 meter. Apalagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal ada kapal raksasa lainnya yang akan masuk berkapasitas diatas 10.000 TEUs

----------------------

perusahaan jasa custom clearance di jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 25, 2017

Inilah Sejarah Panjang JICT Dalam Melayani Pelayaran Tujuan Langsung Atau Direct Call Di Tanjung Priok

Inilah Sejarah Panjang JICT Dalam Melayani Pelayaran Ttujuan Langsung Atau Direct Call Di Tanjung Priok

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mencetak sejarah baru di tahun ini dengan pencapaian sukses melayani kapal terbesar CMA CGM Otello, milik perusahaan pelayaran Perancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).

Sebelumnya, 2 kapal berukuran besar lainnya yakni CMA CGM Titus dan Tancredi juga sukses dilayani di pelabuhan petikemas tersebut dengan produktivitas pelabuhan yang prima di JICT, yakni 27-30 Mph (gerakan per jam).

Kapal CMA-CGM Otello memiliki panjang 334 meter dan melakukan bongkar muat petikemas sebanyak 1.551 TEUs.

Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa, di sela acara seremonial penyambutan kapal petikemas raksasa, di dermaga Utara JICT, Jakarta, Minggu (23/4/2017) mengatakan CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. JICT dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service dengan jadwal satu kali setiap minggu ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat dan layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus.

baca juga:


Namun demikian, sejarah panjang juga telah ditorehkan JICT dalam melayani pelayaran tujuan langsung atau direct call. Hal itu antara lain:


Tahun 2000
JICT bekerjasama dengan P&O Nedloyd untuk pelayanan langsung ke Eropa. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal ‘MV Texas’ dengan kapasitas 3.052 TEUs dan panjang 289 meter.

Tahun 2007
JICT bekerjasama dengan Maersk Line untuk pelayanan langsung ke Afrika. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal berkapasitas 2.500 TEUs dan panjang 220 meter.

Tahun 2011
JICT bekerjasama dengan konsorsium pelayaran termasuk APL (American President Line) untuk pelayanan langsung ke Australia. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal ‘MV Boomerang’ dengan kapasitas 4.000 TEUs dan panjang 286 meter.

Tahun 2012
JICT bekerjasama dengan Maersk Line untuk layanan langsung ‘Noorthern Loop’, Jakarta - Fremantle, Australia. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV Maersk Diadema dengan kapasitas 4.542 TEUs dan panjang 250 meter.

Tahun 2014
JICT bekerjasama dengan Pelayaran China Shipping untuk layanan langsung ‘Sundex’, Jakarta - Eropa. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV CSCL Felixtowe dengan kapasitas 4.500 TEUs dan panjang 297 meter.

Tahun 2017
JICT bekerjasama dengan Pelayaran CMA CGM untuk layanan langsung ‘JAX’, Jakarta - Amerika. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV CMA CGM Titus dengan kapasitas 8.500 TEUs dan panjang 334 meter.

--------------------------

perusahaan jasa custom clearance di tanjung priok jakarta indonesia - quantum indonesia

Sunday, April 23, 2017

Jalan Tol Akses Tanjung Priok Sepanjang 11,4 kilometer Akan Dilintasi 3.600 Truk Kontainer Setiap Hari

Jalan Tol Akses Tanjung Priok Sepanjang 11,4 kilometer Akan Dilintasi 3.600 Truk Kontainer Setiap Hari

Jalan Tol Akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 kilometer telah diresmikan pada Sabtu 15 April 2017. Jalan tol ini diprediksi akan dilintasi oleh sekitar 3.600 truk kontainer.

Peresmian dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Dengan adanya tol ini kecepatan keluar masuk pelabuhan kontainer dapat ditingkatkan, artinya kapal- kapal peti kemas tersebut bisa dilayani dengan baik,"ujar Jokowi, di Jakarta, Sabtu, 15 April 2017.

Dengan tol baru ini, arus keluar masuk kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia akan lebih cepat sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Pembangunan jalan tol ini pertama kali dimulai pada 2008 lalu dan sempat mengalami permasalahan pengadaan lahan. Selain itu tercatat ketidaksesuaian mutu beton sebanyak 69 pilar sehingga dilakukan pembongkaran dan pergantian.

Adanya kendala itu membuat penyelesaian jalan Tol Akses Tanjung Priok mengalami keterlambatan hingga 5 tahun.

Jalan tol akses Tanjung Priok adalah bagian dari sistem jaringan tol Jabodetabek dan langsung terhubung ke ruas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang memiliki memiliki total panjang 69,77 kilometer.

Proyek ini merupakan bagian dari target pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer hingga 2019 mendatang. Jalan tol ini juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 di era Kabinet Kerja.

baca juga:


Jalan Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi, yaitu Seksi E-1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 Km, E-2 Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km, E-2A Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 km, NS Link Yos Sudarso-Simpang Jampea sepanjang 2,24 km, dan NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km.

dana warisan 1 m dengan cicilan ringan 355 ribu

--------------------------------------


Wednesday, April 19, 2017

Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat Segera Dibangun, Pengganti Pelabuhan Tanjung Priok Sebagai Pelabuhan Internasional

Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat Segera Dibangun, Pengganti Pelabuhan Tanjung Priok Sebagai Pelabuhan Internasional

Perkembangan bongkar muat barang ke depan tidak hanya bisa mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara saja. Pembangunan pelabuhan baru dengan daya tampung yang mumpuni juga perlu dikebut.

Salah satunya adalah pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Pelabuhan Patimban sendiri rencananya akan dimulai pembangunannya pada awal 2018 mendatang dan terbagi ke dalam tiga tahap dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2027 mendatang.

"Pelabuhan Patimban harus segera dibangun sebagai pengganti (Pelabuhan) Tanjung Priok sebagai pelabuhan internasional," jelas Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (16/4/2017).


Pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat menjadi salah satu infrastruktur yang paling ditunggu keberadaannya. Pasalnya ada beberapa titik kemacetan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, di sisi lain sebagian besar industri sudah tidak ada lagi di Jakarta.

"Hampir 85% volume keluar masuk ke Tanjung Priok berasal dari luar DKI Jakarta," tutur Zaldy.

Dari sisi aksesibilitas angkutan barang, dengan adanya kereta barang dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Cikarang juga belum mampu untuk mempercepat mobilitas barang dari pelabuhan ke kawasan industri.

artikel terkait:


"Setiap penambahan kapasitas pelabuhan akan membuat Jakarta tambah macet dan Tol Tanjung Priok tidak akan cukup apalagi kapasitas kereta api dari Tanjung Priok sangat terbatas," kata Zaldy. (detikfinance).

----------------------------------

freight forwarding custom clearance di indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 18, 2017

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok?

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok -  CMA CGM Titus

Sebuah kapal kargo raksasa dengan kapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), hari ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal tersebut jadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar pada pelabuhan di Indonesia.

Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn Masassya, mengungkapkan alasan utama kapal kargo raksasa berlabuh di Indonesia lantaran kuantitas yang dibongkar muat di Indoesia belumlah mencukupi, khususnya untuk pengangkutan ke negara tujuan langsung (direct call).

Sistem tol dengan dengan menjadikan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan, membuat lebih banyak kontainer dari pelabuhan domestik lainnya dikirim ke Jakarta, sebelum kemudian dibawa langsung oleh kapal ukuran raksasa.


"Itu kan upaya peningkatan kargo, yang bisa dibawa pergi dari kapal CMA-CGM, next step-nya bagaimana kita improve Tanjung Priok jadi konsolidasi kargo dari daerah dekat langsung ke Jakarta, dari Jakarta ke negara tujuan. Saya yakin akan muncul kapal (raksasa) lain berikutnya," jelas Elvyn di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/4/2017).

Jika melihat infrastruktur pelabuhan hub di Indonesia sudah tak lagi jadi masalah. Bahkan Pelabuhan New Priok yang baru dibangun bisa menampung sandar untuk kapal raksasa dengan daya angkut kontaner 13.000 TEUs.

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini yakni koordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan lain dan juga pemerintah, agar beberapa hub pelabuhan yang sudah ditetapkan bisa berjalan optimal. Di luar Tanjung Priok, pelabuhan hub lainnya yakni Kuala Tanjung dan Bitung.

 Cara Mendapatkan Passive Income $1/Hari Hanya Dengan 1 Channel YouTube Sederhana

Selama ini, dengan kuantitas pengangkutan direct call yang masih sedikit, membuat kontainer terpaksa harus mampir dulu ke negara tetangga seperti Singapura, sebelum kemudian dikirim ke negara tujuan (transhipment).

"Kami berkoordinasi dengan Pelindo lain, juga Kemenhub, tujuan sama untuk meningkatkan posisi Indonesia yang memiliki banyak pelabuhan agar bersaing di negara tetangga. Kita nggak ada masalah," ujar Elvyn.

Saat ini saja, kapal raksasa CMA-CGM yang dimiliki perusahaan Prancis ini akan mengangkut sebanyak 2.300 TEUs dari Priok untuk dibawa langsung ke Amerika Serikat. Dari jumlah itu, sebanyak 22% kontainer berasal dari pelabuhan domestik lain yang dibawa ke Tanjung Priok (transhipment).

Direncanakan, tanggal 23 April, akan ada kapal dengan kapasitas yang lebih besar lagi dari perusahaan yang sama, yakni sebesar 10.000 TEUs yang akan bersandar di JICT, Tanjung Priok.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menuturkan pemerintah lewat tol laut sudah menetapkan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan. Sehingga kapal-kapal dari pelabuhan domestik lain akan melakukan transhipment di Jakarta.

baca juga:

Selain itu, beroperasinya kapal roro untuk angkutan truk ke Priok juga akan melipatgandakan jumlah kontainer dari Priok untuk diangkut kapal kargo raksasa.

"Dengan adanya sistem tol laut dan roro, konsolidasi barang akan jadi lebih baik. Kita upayakan berikan insentif ke roro, jadi akan lebih banyak barang yang dibawa dari sini (Jakarta). 23 (April) datang lebih besar lagi, 10.000 TEUs, kita akan undang Pak Presiden (sambut)," ungkap Budi.

Saat ini, baru kapal roro rute Jakarta Lampung yang sudah dibuka. Dalam waktu dekat, Kemenhub juga akan membuka rute kapal roro angkutan truk untuk Jakarta-Surabaya. (idr/mkj)


--------------------------------------

international freight forwarde in jakarta indonesia - quantum indonesia

Monday, April 17, 2017

Kapal Besar Bermuatan 10.000 TEUS Akan Merapat Ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Kapal Besar Bermuatan 10.000 TEUS Akan Merapat Ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kapal bermuatan 10.000 TEUs bakal merapat ke Pelabuhan Tanjung Priok minggu depan. Kapal ini kata dia menjadi kapal terbesar yang pernah merapat ke Indonesia.

Dengan adanya kapal besar yang merapat ke Indonesia, diharapkan kontainer tujuan Indonesia tak lagi transit di Singapura.

"Seminggu lagi akan datang kapal besar 10.000 Teus yang akan mulai merapat ke Tanjung Priok, ini kapal besar pertama yang datang di Tanjung Priok dan ini akan kita gunakan untuk menurunkan biaya-biaya logistik kita dan mempercepat proses pengiriman barang atau kedatangan barang dari dan ke Indonesia," kata Jokowi.

Menurutnya, ini merupakan terobosan yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia ke luar negeri.

Karena dengan kedatangan kapal itu nantinya, barang yang akan dikirim tak perlu lagi melakukan transit di Singapura, mengingat pelabuhan Tanjung Priok telah bisa disandari oleh kapal-kapal besar.


"Saya ingat, ini sudah berpuluh tahun saya tahu ini kita cita-citakan. Dan Insya Allah nanti hari Minggu depan akan ada sebuah kapal besar 10 ribu Teus yang akan merapat ke Priok, itu adalah awal daya saing dari produk-produk Indonesia karena biaya feed cost-nya akan jauh lebih murah karena pelayanannya lebih baik dari kapal-kapal yang hadir di Pelabuhan Tanjung Priok," ungkapnya.

Pelabuhan Tanjung Priok memang disiapkan untuk menjadi pelabuhan hub internasional melalui intensifikasi transhipment dengan direct call (pelayaran langsung) jarak jauh.

artikel terkait:
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, hal tersebut lantaran keinginan Indonesia agar bisa bersaing setidaknya dengan Singapura dan Malaysia.

"Kita ingin minimal Tanjung Priok harus sama dengan yang ada di Singapura dan Malaysia," tandasnya. (ang/detikfinance).

-------------------------------
perusahaan emkl di jakarta - quantum indonesia

Friday, April 14, 2017

Inilah Tiga Pelabuhan Laut Di Indonesia Yang Ditargetkan Menjadi Hub Internasional

Inilah Tiga Pelabuhan Laut Di Indonesia Yang Ditargetkan Menjadi Hub Internasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan 3 pelabuhan besar untuk menjadi hub internasional. Ketiga pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok, Kuala Tanjung, dan Patimban.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi yang pertama menjadi pelabuhan hub internasional.

"Kita punya konsep hub internasional itu 3, Priok itu enggak bisa enggak, makanya 2 tahun ini selama Kuala Tanjung belum beroperasi penuh jadi Priok, barang dari luar itu penting," kata Budi di Kantornya.

Budi menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung juga nantinya akan fokus pada kontainer, sedangkan untuk Pelabuhan Patimban difokuskan sebagai pelabuhan pelayanan industri kendaraan.

"Apalagi nanti akan ada industri kendaraan besar di Patimban, jadi nanti Patimban akan berbagi fungsi dengan di Priok," jelasnya.

Saat ini, kata Budi, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara terbagi menjadi 3 tahap, tahap pertama progres pembangunannya sudah mencapai 80% dan tahap kedua yang bekerjasama dengan Port of Roterdam masih belum berjalan.


Untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi hub internasional. Kata Budi, Kementerian Perhubungan memberikan waktu hingga Mei 2017 agar perusahaan sektor pelabuhan asal Belanda mampu menentukan sikap ingin membangun atau tidak.

"Tapi saya tidak ingin mendahului. Mungkin progresnya 80% tahap I di Kuala Tanjung, kalau tahap kedua itu masih nol persen, dengan tahap satu bisa internasional tapi masih terbatas," ungkapnya.

baca juga:
"Kuala Tanjung dan Priok bisa saling melengkapi, karena kita juga sudah siapkan jalan tol, kereta api, di sana untuk CPO, dan produk unilever dari Sei Mangkei," jelasnya.

Sebelum menjadi pelabuhan hub internasional, kata Budi, Kemenhub tengah menyiapkan formulasi diskon tarif bagi kapal-kapal berkapasitas besar untuk bersandar di Indonesia, serta hitungan biaya penundaan dan pemanduan kapal.

-------------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia