Tuesday, May 23, 2017

Indonesia Masih Impor 70 Per Sen Bahan Baku Tekstil, Mayoritas Dari China

Indonesia Masih Impor 70% Bahan Baku Tekstil, Mayoritas dari China

Pengusaha sudah lama mengeluhkan masuknya tekstil dan produk tekstil (TPT) impor. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, mengatakan saat ini lebih dari 70% bahan baku tekstil yang digunakan untuk industri domestik berasal dari impor, terbesar dari China.

"Saya enggak tahu persentasennya mana yang jelas itu legal atau enggak legal. Tapi yang pasti (bahan baku) tekstil dalam negeri kita dikuasai produk asing di atas 70%," kata Ade saat Diskusi 'Industri Tekstil Primadona yang Terabaikan' di Hotel Ibis, Sawah Besar, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Pengusaha mengapresiasi pemerintah yang mulai gencar memerangi impor tekstil ilegal. Menurutnya, banyak dari tekstil selundupan tersebut merupakan kain dari kelebihan produksi di negara asal, sehingga harganya jauh lebih murah ketimbang kain untuk bahan baku di dalam negeri.

"Saya pikir pemerintah dalam hal ini kepabeanan sudah melakukan jobnya. Bagaimana jaga pasar dalam negeri agar tetap kondusif untuk produsen dalam negeri," ujar Ade.


"Kewaspadaan kawan-kawan di Bea Cukai harus diapresiasi dan ditingkatkan. Supaya jangan ada yang lolos-lolos lagi, jadi supaya pasar dalam negeri untuk produsen dalam negeri saja," tambahnya.

Dari data Kementerian Perindustrian, impor bahan baku tekstil pada tahun 2015 tercatat sebesar US$ 6,7 miliar, meningkat dari tahun 2015 sebesar US$ 6,51 miliar. Sementara impor periode Januari-Februari 2017 yakni sebesar US$ 1,38 miliar, lebih rendah dari impor di periode yang sama tahun lalu yakni US$ 1,07 miliar.

baca juga:


Impor bahan baku tekstil tersebut antara lain sutra, serat tekstil, serat stapel, benang filamen, benang tenunan, benang rajutan, sulaman atau bordir, dan kain lainnya.

Sementara untuk impor produk pakaian jadi tahun 2016 tercatat sebesar US$ 436,33 juta, atau naik 4,39% dibandingkan tahun 2015 yakni US$ 421,61 juta. Untuk impor pakaian jadi di periode Januari-Februari 2017 sebesar US$ 77,53 juta atau naik 2,39% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar US$ 75,72 juta.

-------------------------

perusahaan jasa undername bahan baku tekstil di indonesia - quantum indonesia

Sunday, May 21, 2017

Lebaran 2017, Jumlah pemudik Yang Menggunakan Moda Transportasi Laut Akan Naik Sekitar 3 Per Sen

umlah pemudik yang menggunakan moda transportasi laut akan mengalami kenaikan sekitar 3%

Kementerian Perhubungan pada masa angkutan laut Lebaran 2017 memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi laut akan mengalami kenaikan sekitar 3% menjadi 1.724.748 penumpang dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 1.674.513.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub A. Tonny Budiono mengatakan bahwa pelaksanaan angkutan laut untuk lebaran tahun ini akan dimulai H-15 hingga H+15 libur Idul Fitri, dengan pemantauan di 52 pelabuhan.

"Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan 3% dibandingkan tahun lalu," ujarnya, disela Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (15/5/2017).

Menurutnya peningkatan jumlah penumpang tersebut lebih karena proyeksi meningkatnya jumlah penduduk di Tanah Air, serta seiring semakin meningkatnya kualitas pelayanan di sejumlah terminal penumpang di beberapa pelabuhan, sehingga kenyamanan semakin didapatkan penumpang.

"Dari 52 pelabuhan yang dipantau, ada 20 pelabuhan dengan junlah penumpang tertinggi setiap tahunnya," tutur Tonny.

Sebanyak 20 pelabuhan itu diantaranya Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Ternate, Tanjung Perak (Surabaya), Sungai Pakning, Tanjung Batu Kundur, Tanjung Uban, Tarakan, dan Makassar, Baubau, Dumai, Selat Panjang, Sorong, Parepare, Balipapan, Ambon, Tanjung Emas (Semarang), Nunukan, dan Pelabuhan Kendari.

Sementara, guna mengangkut jutaan penumpang tersebut, Pemerintah telah menyiapkan 1.278 unit kapal penumpang milik PT. Pelni dan swasta, mengalami penambahan 5 unit kapal dari tahun lalu sebanyak 1.273 kapal.

"Kami siapkan 1.278 kapal tahun ini dan untuk memastikan kelaiklautan kapal untuk angkutan laut lebaran itu, Ditjen Hubla menyelenggarakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang," terangnya.
Uji Petik


Sementara itu, sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengoperasian sarana moda transportasi pada angkutan Lebaran 2017, Tim Uji Petik Kantor Pusat yang dipimpin Dirjen Tonny dan Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana melakukan pemeriksaan kapal penumpang di Pelabuhan Merak Banten, Senin (15/5/2017).

Pada kesempatan itu, sebanyak dua kapal, dilakukan inspeksi, yakni kapal HM Baruna I dan KMP Sebuku milik PT. ASDP Fery Indonesia. Pengecekan dilaksanakan secara sederhana dengan mengecek alat-alat keselamatan di dalam kapal.

Tim Uji Petik mencatat ada beberapa kekurangan yang mesti segera dibenahi oleh operator seperti kesiapsiagaan awak kapal dalam keadaan darurat.

“Alat-alatnya berfungsi semua dengan baik. Cuma kalo di cek lagi perlu adanya latihan lebih lanjut” kata Tonny.

Menurutnya semestinya latihan emergency  dilakukan operator satu bulan sekali guna meningkatkan kesiapsiagaan petugas. "Apalagi kapal penumpang itu sering berlaya, jadi harus melakukan latihan secara rutin," tegasnya.

Namun demikian secara umum Dirjen Hubla menyatakan bahwa semua kapal yang beroperasi di Pelabuhan Merak Banten terbilang cukup baik dan siap menghadapi angkutan laut lebaran 2017.

Dari data yang ada pada Kantor KSOP Banten, saat ini terdapat 61 kapal yang terdaftar untuk melayani angkutan lebaran 2017. Dari sejumlah kapal tersebut sebanyak 47 unit kapal siap beroperasi, 11 unit kapal sedang docking dan 3 unit kapal sedang dalam perbaikan.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana sebelumnya pada 10 - 12 Mei 2017 juga telah melakukan uji petik bagi kapal penumpang di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat.

baca juga:


Pada uji petik kapal di Pelabuhan Lembar tersebut, sebanyak 20 unit kapal dari 33 unit kapal penumpang yang beroperasi di Pelabuhan Lembar telah diperiksa, sedangkan 8 unit kapal sedang docking, 2 unit kapal perawatan dan 3 unit kapal sedang dalam perjalanan.

"Dari hasil pemeriksaan kapal di Pelabuhan Lembar secara umum semua kapal yang beroperasi di Lembar juga sudah laik laut dan siap melayani angkutan laut lebaran tahun ini," ujarnya.

---------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Thursday, May 18, 2017

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi: Indonesia Mampu Menjadi Negara Yang Mandiri Di Bidang Maritim

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi: Indonesia Mampu Menjadi Negara Yang Mandiri Di Bidang Maritim

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan  dengan sejumlah pencapaian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam waktu belum lama ini, menunjukkan langkah awal  Indonesia mampu menjadi negara mandiri dalam bidang kemaritiman.

Sejumlah pencapaian yang mendapatkan apresiasi Menhub tersebut antara lain seperti program Tol Laut dan Rumah Kita, Pemanduan di Selat Malaka, Direct Call Kapal CGM CMA rute Tanjung Priok – Los Angeles, Statutory Class oleh PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan juga Pembukaan Rute Pelayaran Davao Filipina ke Bitung.

“Hal tersebut menunjukkan  Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri di bidang maritim, sehingga ke depan pemerintah optimis akan mampu mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai bangsa maritim yang besar dan sejalan dengan Program Nawacita Nasional yakni mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” ujar Menteri Budi Karya Sumadi, disela Raker Ditjen Perhubungan Laut 2017, Rabu (3/5/2017).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan  komitmen Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dalam mewujudkan visi mengembalikan kejayaan maritim Indonesia harus dicapai dengan melakukan pembangunan sektor maritim.

Termasuk, kata dia, dengan melakukan kerjasama dengan seluruh stakeholder maritim yang menghasilkan kemandirian dan tidak bergantung pada pihak lain sehingga pada akhirnya menjadi langkah maju untuk mendominasi di dunia maritim.

Namun demikian, dengan terbatasnya APBN yang dimiliki pemerintah dibutuhkan peran serta swasta dan BUMN dalam pelaksanaan pembangunan sektor transportasi laut tersebut.

"Dengan memberikan peran yang lebih besar kepada swasta dan BUMN, sehingga kita dapat melakukan penguatan atas fungsi Kementerian Perhubungan sebagai regulator,” papar Menhub di sela penyelengaraan Rapat Kerja Direktorat Perhubungan Laut 2017 yang berlangsung 3 – 5 Mei 2017 di Jakarta.


Untuk itulah, kata Menhub, dibutuhkan dukungan dari seluruh instansi dan stakeholder terkait, baik swasta maupun BUMN untuk berpartisipasi aktif memberikan terobosan terobosan, sehingga berhasil merebut kembali kejayaan maritim melalui pencapaian-pencapaian tersebut.

Rakor yang dihadiri sebanyak 336 Pejabat yang terdiri dari Pejabat Eselon I sampai dengan Eselon III di Kantor Pusat Ditjen Hubla dan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Ditjen Hubla itu mengambil tema “Peningkatan Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran Serta Pelayanan Sub Sektor Transportasi Laut dan Percepatan Pembangunan Transportasi Melalui Kerja Sama dan Peran Serta Swasta Dan BUMN.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono menjelaskan raker tersebut merupakan momentum yang sangat strategis untuk bersama-sama bersinergi mencari solusi bagi pembangunan sub sektor transportasi laut.

Kegiatan Raker akan disii dengan kegiatan pengarahan umum, pembekalan-pembekalan dari narasumber yang terdiri dari Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Akademisi Institut Teknologi Surabaya (Raja Oloan Saut Gurning, ST, MSc, Phd).

baca juga:


Pengarahan juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Sesditjen Hubla, dan Para Direktur.

Selain materi tersebut di atas, pembahasan materi Raker akan dibahas melalui Sidang Komisi dan Sidang Plen, dimana rumusan Hasil Sidang Pleno dimaksud akan disampaikan sebelum acara dan Penutupan Rapat Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2017.

---------------------------
perusahaan jasa freight forwarding dan shipping di indonesia - quantum indonesia

Wednesday, May 17, 2017

Rencana Pembangunan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Mulai Disiapkan Target 90 Juta Penumpang Per Tahun

Rencana Pembangunan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Mulai Disiapkan Target 90 Juta Penumpang Per Tahun

Operator 13 bandara di Indonesia barat, PT Angkasa Pura II, mulai menyiapkan rencana pembangunan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng guna mengejar target kapasitas terminal mencapai 90 juta penumpang per tahun.

Kepala Project Management Unit Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura (AP) II Agung Sedayu mengatakan perseroan saat ini tengah melakukan proses perencanaan detail bangunan (detail engineering design/DED) Terminal IV.

“Kami lagi proses DED. Sekarang, waktunya sedang kami coba sinkronkan, jadi belum bisa dipastikan, namun yang pasti segera dibangun. Terminal ini kelanjutan dari Terminal 3 yang sekarang,” katanya Kamis (11/05).

Agung menjelaskan AP II tidak ingin lagi ketinggalan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan penumpang pesawat yang menggunakan Bandara Soekarno-Hatta tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas yang memadai.

Rencananya, kapasitas Terminal 4 akan mencapai 25 juta penumpang per tahun. Seiring dengan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, total kapasitas Bandara Soekarno-Hatta bakal mencapai 90 juta penumpang per tahun.


“Kami tidak mau telat lagi seperti yang lalu-lalu. Kami sudah kapasitasnya 60 juta, sementara kapasitas terpasang baru 22 juta. Kami akan antisipasi itu agar tidak terjadi lagi lag capacity. Yang kami bangun hanya memenuhi apa yang sudah ada,” tuturnya.

Untuk diketahui, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani 58,12 juta penumpang sepanjang 2016, tumbuh 7% dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya 54,29 juta penumpang.

Sementara itu, Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengapresiasi upaya AP II yang terus mempercepat pembangunan infrastruktur bandara.

“Kuncinya memang harus membangun lebih banyak supaya tidak stuck. Kalau pertumbuhan penumpang misalnya 10%, kapasitas bandara harus ditingkatkan lebih banyak, misalnya 15%,” ujarnya.

baca juga:


Bayu menilai percepatan pengembangan infrastruktur memang harus ditempuh pemerintah mengingat kondisi infrastruktur saat ini, khususnya pada transportasi udara yang masih tertinggal dibandingkan dengan laju permintaan.

Sekadar informasi, AP II menargetkan terminal baru di lima bandara yang dikelola perseroan dapat beroperasi pada 2017 guna mendukung pengembangan pariwisata nasional dan ekspansi bisnis perseroan.

Kelima bandara tersebut yakni Husein Sastranegara Bandung, Depati Amir Pangkalpinang, Silangit Tapanuli Utara, Supadio Pontianak, dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

-------------------------------

international air freight forwarding in jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, May 16, 2017

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Yakin Indonesia Memiliki 100 Pelabuhan Feeder

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Yakin Indonesia Memiliki 100 Pelabuhan Feeder

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia akan memiliki lima pelabuhan laut dalam dan 100 pelabuhan feeder.

Hal itu diungkapan Menko Luhut dalam pembukaan The 30th IAPH World Ports Conference 2017, di Bali. Dia mengatakan ekonomi maritim Indonesia mengalami peningkatan hingga US$1,33 triliun per tahun.

Menko Luhut menambahkan hingga saat ini, pihaknya hanya memanfaatkan sekitar 10%-15% dari IT, sementara sisanya dari laut.

Dia pun menegaskan Indonesia memerlukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktek bisnis yang baik untuk menghasilkan potensi maritim yang maksimal.


Oleh sebab itu hal ini telah tertuang dalam beleid Pepres Nomor 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

“Dalam Pepres tersebut, ada lima pilar yang dijelaskan. Yaitu, tentang kedaulatan maritim, perlindungan sosial untuk masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi dan industri maritim, pengembangan sumber daya laut, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Jumat (12/5/2017).

baca juga:

Guna memberikan manfaat dari kondisi tersebut maka pemerintah akan membangun pelabuhan-pelabuhan yang baik dengan manajemen yang efisien.

“Dalam hal ini memang masih kurang, tetapi sejak beberapa tahun lalu, kita telah memiliki rencana untuk membangun lima pelabuhan laut dalam atau deep sea, dan lebih dari 100 pelabuhan feeder di seluruh Indonesia,” ujarnya.

-------------------------

international sea freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Friday, May 12, 2017

Untuk Memperkuat Sektor Transportasi Laut Indonesia Kemenhub Fokus Tuntaskan 11 Proyek Strategis Nasional

Untuk Memperkuat Sektor Transportasi Laut Indonesia Kemenhub Fokus Tuntaskan 11 Proyek Strategis Nasional

Kementerian Perhubungan berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan 11 proyek strategis nasional yang selama ini telah disiapkan untuk memperkuat sektor transportasi laut Indonesia.

Sebelas Proyek Strategis Nasional itu yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan KEK Maloy, inland waterways di Cikarang, Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan Makassar New Port, Pelabuhan Palu, Terminal Kijing, dan Pelabuhan Kupang.

"Ada 11 proyek strategis nasional yang sedang kita fokuskan penuntasannya," tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di sela Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman 2017, Kamis (4/5).

Budi Karya menerangkan bahwa di antara 11 proyek strategis nasional tersebut, penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi yang terdekat. Pasalnya, pengerjaan fisik tahap pertamanya diproyeksikan bakal selesai Agustus tahun ini.

Kemudian, pada tahap berikutnya, direncanakan pengelolaannya akan melibatkan swasta asing untuk turut membangun dan mengelola pelabuhan ini.

"Secara spesifik saya sampaikan Pelabuhan Kuala Tanjung akan beroperasi pada Agustus di tahap pertama dan tahap kedua kita memang sedang bicara dengan Port of Rotterdam dan Dubai untuk turut membangun dan mengelola,” ujar

Menurutnya keikutsertaan pihak asing tersebut juga telah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menjalin kerjasama dengan beberapa operator yang berkapasitas internasional, agar fungsi internasional HUB bisa lebih baik.

Sementara itu, terkait Pelabuhan Bitung, Menhub mengatakan bahwa saat ini sudah ada Kapal Ro-Ro rute Bitung - Davao yang diresmikan akhir April 2017 (30/4) oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Saat ini jadwal Ro-Ro tersebut 2 minggu sekali dan di harapkan ke depan menjadi reguler 1 (satu) minggu sekali.

Menurutnya hal tersebut merupakan titik yang baik untuk menghubungkan wilayah ASEAN. "Ke depan akan dihubungkan pula Indonesia dengan Malaysia, dan Thailand," ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan pembicaraann dengan  Gubernur Sulawesi Utara bahwa untuk muatan balik kapal Ro-Ro tersebut, sudah semen yang siap diekspor ke Filipina.

Sementara itu, terkait dengan dwelling time, Menhub mengklaim telah dapat mengurangi waktu di pelabuhan maupun biaya pelayanan di beberapa pelabuhan.

“Dwelling time sudah 3 hari dan tadi Bapak Presiden minta agar menjadi 2 hari. Kita juga lakukan efisiensi biaya di sana. Contoh, di Samarinda, cost yang selama ini kontainer Rp180 ribu bisa kita tekan jadi Rp18 ribu. Dibanyak pelabuhan bisa kita terapkan,” ucapnya.


Acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman 2017 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja serta pimpinan tinggi instansi/lembaga negara.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah Indonesia akan terus melakukan terobosan dalam mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Selain itu potensi Negara juga akan dibangkitkan agar dapat dimanfaatkan oleh rakyat. Sementara, menyinggung soal tol laut, Presiden Jokowi menyebut telah berhasil menurunkan harga 20-25% di Indonesia Timur.

“Di bidang infrastruktur maritim, ada tol laut dan berkaitan dengan pelabuhan. Terutama Indonesia Timur, turunnya harga 20-25%, saya rasa penurunan cukup tinggi. Tapi bila rute dan trayek semakin banyak, kita meyakini turunnya harga semakin baik lagi,” ucapnya.

Selain tol laut, Jokowi menambahkan dengan adanya kapal berkapasitas hingga 10.000 TEUs yang telah berhasil bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar dua minggu lalu akan berdampak pada penurunan biaya logistik dan transportasi.

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan program tol laut telah berhasil menekan disparitas harga hingga 25%,

baca juga:

"Kami sudah bangun 30 titik logistik di Timur dan Barat agar kesenjangan tidak terlalu besar. Harga di Indonesia Timur, kami ambil sampling misalnya antara Surabaya dengan daerah terpencil di Indonesia Timur, sekitar 20-25% harga sudah turun," kata Menko Luhut.

Nantinya kata Luhut, rute dan trayek kapal akan diperbanyak, sehingga dapat lebih maksimal dalam menurunkan disparitas harga hingga 50% pada 1-2 tahun mendatang.

---------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Thursday, May 11, 2017

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ketersediaan tol laut, seperti pelabuhan berhasil menekan biaya logistik hingga 25 persen di kawasan Indonesia Timur.

“Berkaitan dengan tol laut, yang terkait pelabuhan, terutama di Indonesia bagian timur sudah dirasakan masyarakat. Turunnya harga 20 persen-25 persen, itu penurunan yang cukup tinggi,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Bidang Kemaritiman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Pada rakornas yang dihadiri jajaran menteri, gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia, Jokowi menegaskan kembali visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Presiden optimistis apabila rute dan trayek perjalanan kapal semakin banyak, harga kebutuhan pokok di Indonesia Timur juga bakal menurun.


Selain itu, kata Presiden, ketersediaan infrastruktur pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok telah mengundang daya tarik kapal-kapal kontainer berukuran raksasa untuk berlabuh di situ.

Pada 9 April lalu, sebuah kapal kargo raksasa berkapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. CMA-CGM menjadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar di pelabuhan di Indonesia.

Pelabuhan New Priok, yang baru dibangun juga dapat menampung kapal raksasa dengan daya angkut kontainer 13.000 TEUs. “Artinya, nanti juga akan ada penurunan biaya logistik, dan transportasi, karena kita sudah tidak usah transit ke negara lain. Langsung masuk ke negara tujuan,” katanya.

baca juga:


Dikatakan, penurunan biaya logistik juga bakal terjadi apabila dilakukan konsolidasi antarpelabuhan. Hal ini akan memacu semakin banyak kapal yang merapat di berbagai pelabuhan di Indonesia. “Bisa kita lakukan dengan baik, kapal besar akan semakin banyak yang merapat di pelabuhan kita, karena kapasitas yang diangkut betul-betul sudah ada,” katanya.

-----------------------------

perusahaan logistik terbaik di indonesia - quantum indonesia


Monday, May 8, 2017

Sebelumnya Harus Memutar Ke Jakarta Dan Singapura, Kini Bitung Dan Davao Telah Terhubung Via Laut

Sebelumnya Harus Memutar Ke Jakarta Dan Singapura, Kini Bitung Dan Davao Telah Terhubung Via Laut

Bunyi peluit berdentang berkali-kali. Sejurus kemudian, sebuah kapal dengan lambung berwarna biru bersandar secara perlahan di dermaga Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Kapal bernama Super Shuttle RoRo 12 itu baru saja menjelajah Laut Sulawesi dari Davao. Kapal itu dilepas secara resmi oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Rodrigo Duterte 30 April 2017.

Pembukaan rute Davao-Bitung seakan menjadi pelepas dahaga karena ekspor Sulawesi Utara selama ini justru dilakukan memutar, lewat Jakarta lalu singgah ke Singapura sebelum melawat ke Manila hingga akhirnya ke Davao. Total ekspor Sulut ke Filipina tahun lalu mencapai US$ 23,82 juta.

Kementerian Perhubungan mengestimasi, waktu tempuh rute Davao-General Santos-Tahuna-Bitung hanya mencapai delapan hari dengan ongkos US$ 550 per TEUs (Twenty-foot Equivalent Unit). Waktu dan biaya ini jauh lebih irit dibandingkan dengan jalur konvensional Bitung ke Manila yang mencapai lima minggu dengan ongkos US$ 2.000 per TEUs.

Dirjen Perhubungan Laut, Tonny Budiono menyebut pelayaran perdana kapal Super Shuttle RoRo 12 merupakan realisasi dari Deklarasi Bersama tentang Konektivitas Laut Indonesia - Filipina yang dilakukan pada 28 April 2017.

Untuk diketahui, Rute Bitung-Davao City merupakan bagian dari Master Plan Konektivitas ASEAN dan cetak biru dari The East Asean Growth Area yang sudah dirintis sejak 1994. Inisiatif ini melibatkan empat negara ASEAN, yakni Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Filipina.

Dia mengimbuhkan, rute Davao-Bitung juga bakal membuka kesempatan bagi pengusaha di dua negara untuk melakukan ekspansi bisnis.

Saat ini, kapal Super Shuttle RoRo 12 bakal melayani rut Davao-General Santos-Bitung satu kali dalam dua pekan. Namun, frekuensi pelayaran diharapkan bisa berlangsung satu kali dalam sepekan seiring kenaikan permintaan.

"Ini kapal RoRo terbesar yang bersandar di Bitung. Mudah-mudahan juga bisa menarik investasi selain meningkatkan perdagangan," ujarnya saat upacara penyambutan kapal di Pelabuhan Bitung, Selasa (2/5/2017).


Wakil Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara, Daniel Singal Pesik mengatakan rute kapal roro tujuan Davao menjadi kesempatan bagi pengusaha di Kawasan Indonesia Timur melancarkan ekspansi tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

"Kami akan segera buat sosialisasi tanggal 4 nanti terkait peluang ekspor berkat adanya rute ini," ujarnya kepada Bisnis.

Daniel menilai pembukaan rute Davao-Bitung bakal membantu pengusaha di segmen mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melakukan ekspansi ke pasar luar negeri dengan biaya lebih murah.

Dia menggambarkan, pengusaha kopra di Sangihe bisa mengirim kopra cukup satu kontainer atau 14 ton. Sebelumnya, untuk mengangkut kopra ke Filipina, pengusaha harus mengumpulkan kopra sebanyak 1.000 ton.

Daniel menuturkan, pengusaha di Kawasan Timur Indonesia bisa memanfaatkan Davao sebagai batu loncatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas di Asia Timur. Impor barang-barang modal dari Asia Timur juga dinilai lebih efisien dilakukan melalui Davao.

Doso Agung, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) mengatakan pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan PT Semen Tonasa yang berminat menjual semen Filipina. Muatan semen menurut Doso berpotensi memenuhi kapasitas kapal Super Shuttle RoRo 12 yang mencapai 500 TEUs.

"Saat ini juga kami layani ekspor kelapa 100 kontainer per minggu dari Pentoloan (Palu) bisa kami pindahkan kapalnya ke Bitung," jelas Doso.

Bagi Filipina, pembukaan rute Davao-Bitung juga menjadi jalan meraih peluang besar di depan mata. Datu Abul Khayr Alonto, Chairman Mindanao Development Authority (MinDA) mengatakan rute tersebut sangat penting untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia-Filipina dan menggapai salah satu cita-cita dari East Asean Growht Area di bidang agribisnis, partiwisata, dan pendidikan.

baca juga:


"Kami memanggil segenap pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini dan mengambil kesempatan dan manfaat dari rute yang telah dibuka," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Jadi, bila Laut Sulawesi yang selama ini jadi rintangan Sulawesi Utara dan Mindanao, barangkali dengan adanya kapal RoRo Bitung - Davao bisa jadi jembatan untuk menggarap cuan lebih banyak (industridotbisnisdotcom).

-------------------

international freight forwarding in bitung north sulawesi indonesia - quantum indonesia

Saturday, May 6, 2017

Inilah Cara Pemerintah Agar Industri Kelapa Sawit Indonesia Bisa Mendunia

Inilah Cara Pemerintah Agar Industri Sawit Indonesia Bisa Mendunia

Kelapa sawit salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional. Saat ini pemerintah Indonesia telah berupaya mengurangi oversupply kelapa sawit yang menyebabkan harga komoditas CPO dan turunannya menurun secara signifikan pada 2014-2015.

Pemerintah pun membentuk BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) Kelapa Sawit, yaitu badan yang memberikan insentif dalam mendorong penyerapan Biodisel pada pasar PSO dan Non-PSO.

BPDP merupakan skema industri membantu industri, di mana perusahaan yang melakukan ekspor wajib menyetorkan pungutan ekspor yang dapat digunakan untuk membantu penyerapan biodiesel agar tidak memberatkan APBN.

Dengan membentuk demand baru melalui program mandatory biodiesel yang dibantu dukungan BPDP Kelapa Sawit, pemerintah berhasil menstabilkan harga CPO dan tandan buah segar pada akhir 2015-2016 yang dinikmati seluruh pemangku kepentingan.

"Dengan banyaknya nilai tambah yang dihasilkan BPDP Kelapa Sawit untuk Indonesia, khususnya industri kelapa sawit, maka keberlangsungan BPDP Kelapa Sawit sangat penting dilakukan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara peluncuran buku Menuju Kemandirian dan Keseimbangan Sawit Indonesia di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

Untuk menjaga skema BPDP Kelapa Sawit tetap berkelanjutan, pemerintah telah menyusun buku "Menuju Kemandirian dan Keseimbangan Sawit Indonesia" yang memberikan informasi kerangka dasar dan latar belakang pembentukan BPDP Kelapa Sawit.

Selain membantu penyerapan program mandatory biodiesel, BPDP Kelapa Sawit memiliki beberapa program lainnya yang sangat membantu Industri Kelapa Sawit Indonesia baik pada sektor hulu maupun sektor hilir.

"Karena peranan BPDP Kelapa Sawit sangat penting bagi devisa negara dan nilai tambah industri domestik, maka terdapat beberapa aturan main yang harus diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan Industri kelapa sawit," lanjut Darmin.

Pemerintah melalui Sekretariat Komite Pengarah BPDP Kelapa Sawit telah menyusun buku panduan agar sejarah, filosofi, serta tujuan pembentukan BPDP Kelapa Sawit dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan.

"Prinsip-prinsip BPDP Kelasa Sawit ini disusun berdasarkan hasil diskusi pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi kelapa sawit Indonesia," kata Darmin.


Dari semua upaya untuk menjaga eksistensi industri kelapa sawit Indonesia di pasar global, sekali lagi pemerintah menegaskan komitmen menjaga industri kelapa sawit Indonesia berkembang dan dikelola secara berkelanjutan dengan mandatori standar ISPO (Indonesia Sustanable Palm Oil).

Melalui ISPO dan mandatori biodiesel, Indonesia telah berkontribusi secara nyata terhadap pembangun ekonomi hijau dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Saat ini pemerintah telah melakukan proses penguatan ISPO yang melibatkan berbagai pihak antara lain pemerintah, pelaku usaha , masyarakat, LSM, negara-negara konsumen untuk memberikan masukan dan saran penyempurnaan ISPO sebagai sistem yang mandatori, dan akan diangkat dengan keputusan Presiden.

Pada 2015 - 2017 dampak positif BPDP Kelapa Sawit bagi Indonesia dan khususnya Industri kelapa sawit domestik, mulai terlihat.

Harga komoditas CPO yang pada pertengahan 2015 yang sempat mencapai US$ 437/ton berdasarkan indeks harga KPB pada pertengahan 2015, meningkat menjadi US$ 620/ton pada Maret 2017 atau meningkat sekitar 42% dari titik terendah harga CPO.

baca juga:


"Saya yakin dengan menjaga tujuan dan semangat pembentukan BPDP Kelapa Sawit pada masa ini dan masa akan datang, kita akan mampu memiliki industri kelapa sawit yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah nasional," tutup Darmin.

-------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Friday, May 5, 2017

Impor Kain Dinilai Akan Menghambat Pertumbuhan Industri Tekstil Indonesia

Impor Kain Dinilai Akan Menghambat Pertumbuhan Industri Tekstil

Impor kain dalam jumlah besar dinilai menghambat pertumbuhan industri dalam negeri, demikian disampaikan Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono.

"Impor melonjak hingga 300 persen, terutama untuk kain," kata Sigit saat menggelar pertemuan dengan media di Gedung Kemenperin Jakarta, Jumat (28 April 2017)

Sigit memaparkan, kendati pertumbuhan industri tekstil pada 2016 sebesar 2,35 persen lebih besar dari tahun sebelumnya yakni sebesar 1,76 persen, namun angkanya masih di bawah pertumbuhan industri non migas pada 2016 sebesar 4,4 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 2016 sebesar 5,02 persen.

Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian tidak mengambil kebijakan, tapi melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk melakukan pengawasan.


Kemenperin akan melakukan kroscek data permintaan impor para produsen tekstil yang diberikan oleh Kemendag untuk kemudian ditinjau permintaan impornya dengan kapasitas produksinya.

"Jadi nanti kita informasikan ke Kemendag, oh produsen ini sebetulnya tidak perlu impor segini, karena kapasitas produksinya hanya segini. Kami terus berkoordinasi," ujar Sigit.

Sementara itu, lanjut Sigit, Ditjen Bea Cukai membentuk tim dengan KPK dan TNI untuk mengimplementasikan penanganan dalam hal pengawasan impor.

Menurut Sigit, upaya koordinasi yang dilakukan mampu mengurangi impor di sektor industri tekstil hingga 33 persen.

baca juga:


Kendati demikian, Kemenperin masih pesimistis untuk menargetkan pertumbuhan industri tekstil Indonesia pada 2017, yang angkanya dipatok 1,71 persen.

--------------------------------
perusahaan jasa custom clearance impor di indonesia - quantum indonesia

Thursday, May 4, 2017

Transaksi Ekspor Sektor Pertanian Indonesia Ke Vietnam Meningkat

Transaksi Ekspor Sektor Pertanian Indonesia Ke Vietnam Meningkat

Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan yang signifikan pada transaksi ekspor ke Vietnam. Berdasarkan data yang dirilis oleh KBRI Hanoi, tiga produk pertanian utama yang diekspor ke Vietnam adalah pupuk, pakan ternak dan bahan-bahan pakan ternak, serta kacang mete.

Tercatat hanya untuk bulan Februari 2017 saja, tiga produk tersebut telah mendatangkan devisa bagi Indonesia sebesar US$25.031.364. Nilai ini meningkat hingga 49,9% atau setara US$8.330.607 bila dibandingkan nilai ekspor pada bulan Februari 2016 yang sebesar US$16.700.757.

Pakan ternak masuk dalam kategori produk ekspor Indonesia ke Vietnam yang meningkat secara signifikan. Seperti yang disampaikan oleh Minister Counsellor KBRI Hanoi Suryana Sastradiredja, ekspor pakan ternak dan bahan ternak pada bulan Februari 2017 meningkat hingga 244,3% bila dibandingkan tahun sebelumnya .

"Ekspor pakan ternak ke Vietnam mencapai US$8.375.399. Nilai ini jauh meningkat dibandingkan bulan Februari 2016 yang tercatat hanya US$2.432.313," tulis Sastradiredja dalam rilis KBRI Hanoi seperti dikutip dari rilis Kementan, Jumat (28/4/2017).


Produk pertanian lainnya yang juga meningkat secara signifikan adalah pupuk. Ekspor pupuk Indonesia ke Vietnam pada Februari 2017 sebesar US$9.492.651 atau meningkat 101,74% dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai US$4.705.285.

Untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Vietnam di semua sektor, selama bulan Maret tahun ini, tim KBRI Hanoi telah menemui perusahaan dan agen perjalanan wisata di Hanoi dan sekitarnya. Salah satu perusahaan yang ditemui oleh KBRI Hanoi adalah perusahaan di bidang ekspor/impor produk pertanian dan perikanan.

baca juga:

Sastradiredja mengharapkan pertemuan tersebut dapat memudahkan pihaknya untuk mendapatkan informasi dan mengidentifikasi kebutuhan dan peluang bisnis. Di samping itu, pertemuan juga diharapkan dapat menghubungkan dengan mitra yang sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan para pelaku usaha dari Indonesia dan Vietnam.

------------------------

perusahaan jasa custom clearance ekspor dari indonesia ke vietnam

Wednesday, May 3, 2017

CMA-CGM Prancis Mencari Peluang Investasi Terminal Peti Kemas Di Indonesia

CMA-CGM Prancis Mencari Peluang Investasi Terminal Peti Kemas Di Indonesia

Setelah mendatangkan kapal raksasanya yang ketiga ke Indonesia, perusahaan pelayaran asal Prancis Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Matitime (CMA-CGM) mulai mencari peluang berinvestasi di Indonesia.

Jean-Yves Duval, Senior Vice President CMS-CGM Asia mengatakan, pihaknya ingin berinvestasi di sektor terminal peti kemas. Sebagai langkah awal, mereka sudah menjalin komunikasi intensif dengan PT Pelindo II.

"Kami ingin berinvestasi di terminal. Saat ini kami sedang menunggu respons dari Pelindo II mengenai rencana tersebut," ujarnya dalam konferensi pers di Tanjung Priok Jakarta, Minggu (23/4/2017).

Mereka mengklaim sebagai maskapai pelayaran terbesar ketiga di dunia dengan pangsa pasar mencapai 13%.


CMA CGM Group menilai Indonesia sebagai wilayah yang sangat strategis bagi perkembangan bisnis mereka di Asia Tenggara. Oleh karena itu mereka sangat mendukung rencana pemerintah membuka jaringan maritim di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami akan memanfaatkan peluang itu untuk memberikan kontribusi yang berarti," imbuhnya.

baca juga:


CMA CGM berkantor pusat di Marseille, Prancis dan memiliki jaringan di 160 negara. Armada yang dimiliki berjumlah total 499 dan melayani 420 pelabuhan komersial.

Perusahaan ini melalui 200 rute pelayaran dan tahun lalu berhasil membawa kontainer dengan kapasitas total 15,6 juta TEUs.

------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Tuesday, May 2, 2017

25 Juta Penumpang Per Tahun Dapat Ditampung Terminal 3 Bandara Soekaro-Hatta

25 Juta Penumpang Per Tahun Dapat Ditampung Terminal 3 Bandara Soekaro-Hatta

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta bakal mulai melayani penerbangan Garuda Internasional pada 1 Mei 2017 nanti. PT Angkasa Pura II menyatakan, kapasitas penumpang per tahun yang mampu ditampung oleh Terminal 3 adalah sebanyak 25 juta penumpang.

Direktur Operasi dan Teknik AP II, Djoko Murjatmodjo, mengatakan kapasitas sebanyak 25 juta penumpang itu terbagi untuk 12,5 juta penumpang domestik dan 12,5 juta penumpang internasional.

"Kita layani 25 juta penumpang dengan level of service B, sementara bandara-bandara di dunia umumnya level of services C. Nah Terminal 3 ini level of service B, kalau diturunkan ke C bisa jadi 30 juta," kata Djoko.

Selain masalah penumpang, Djoko juga mengatakan, Terminal 3 lnternasional menyediakan 17 parking stand untuk pesawat yang dapat mengakomodir hingga 3 pesawat berbadan lebar atau wide body Airbus A380.


"Sebanyak 3 parking stand yang mampu mengakomodir pesawat terbesar yaitu Airbus 380, sehingga bisa dilayani disini untuk menampung transportasi udara skala termodern saat ini," terangnya.

Dirinya juga mengatakan, area keberangkatan Terminal 3 lnternasional dapat dijangkau oleh penumpang pesawat melalui Gate 1 dan Gate 2 untuk kemudian memproses keberangkatan di konter check-in island A dan B.

baca juga:

"Pada 1 Mei mendatang, bangunan yang akan dioperasikan untuk penerbangan internasional ini baru sebatas main building saja atau bagian tengah bangunan, Gate yang dibuka untuk proses naik pesawat atau boarding baru sebanyak 6 gate yakni Gate 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Kami menilai ini cukup karena baru Garuda Indonesia yang akan mengoperasikan penerbangan internasional," ujarnya.

---------------------------
perusahaan jasa custom clearance udara di jakarta indonesia - quantum indonesia

Monday, May 1, 2017

Mulai 1 Mei 2017 Garuda Indonesia Siap Operasikan 63 Penerbangan Internasional Dari Terminal 3

Mulai 1 Mei 2017 Garuda Indonesia Siap Operasikan 63 Penerbangan Internasional

PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan persiapan operasional Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta menjelang penerbangan perdana rute luar negeri Garuda Indonesia yang dimulai 1 Mei 2017.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin meminta seluruh jajaran, baik itu AP II, maskapai Garuda Indonesia, tenant, ground handling, dan pihak-pihak lainnya untuk siap memulai penerbangan internasional di Terminal 3.

Saat ini, ujarnya kesiapan main building untuk Terminal 3 Internasional sudah mencapai 100% optimistis penerbangan akan berjalan lancar.

“AP II berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak yang mendukung. Terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh stakeholder yang fokus selama persiapan sehingga Terminal 3 dapat mulai melayani penerbangan internasional,” ujarnya melalui siaran pers pada Minggu (30/4/2017).

Pada 1 Mei 2017 atau saat penerbangan perdana rute internasional di Terminal 3, Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 63 penerbangan internasional dengan sejumlah tujuan yang diawali dengan penerbangan keberangkatan GA 824 rute Jakarta – Singapura pada pukul 06:10 WIB dan penerbangan kedatangan GA 823 rute Singapura – Jakarta pada pukul 08:15 WIB.

Terminal 3 Internasional pada tahap awal ini akan melayani penerbangan internasional Garuda Indonesia dengan jumlah boarding gate yang tersedia sebanyak 6 gate (gate 5, gate 6, gate 7, gate 8, gate 9, dan gate 10) dan ke depannya jumlah boarding gate ketika Terminal 3 Internasional sudah beroperasi penuh akan menjadi sebanyak 14 gate.


Selain itu, Terminal 3 Internasional memiliki parking stand untuk pesawat wide body sebanyak 14 parking stand dan untuk pesawat narrow body sebanyak 11 parking stand, sehingga kapasitas parkir secara keseluruhan adalah 25 parking stand, termasuk diantaranya 3 parking stand khusus untuk pesawat Boeing A380.

Terminal 3 Internasional juga mengaplikasikan Video Docking Guidance System (VDGS) di area apron untuk memaksimalkan operasional dalam hal memudahkan dan memandu secara otomatis pesawat saat masuk ke area parkir pesawat serta memastikan pencatatan data status pesawat yang akan masuk dan keluar dari apron.

Di area Terminal 3 Internasional juga terdapat gedung parkir untuk parkir reguler yang dapat menampung sekitar 1.200 kendaraan pribadi. Untuk tahap awal ini, para pengguna parkir akan dibebaskan biaya parkir selama sepekan sebagai bentuk familiarisasi terhadap gedung parkir Terminal 3 Internasional.

baca juga:


Adapun untuk parkir inap, tersedia dua area parkir inap yaitu parkir inap timur dan parkir inap barat yang berlokasi di area perkantoran yang berada di tengah kawasan bandara di mana penumpang pesawat yang ingin menginapkan kendaraannya dapat melakukan reservasi terlebih dahulu melalui aplikasi smartphone  “Parkir Inap CGK” yang dapat diunduh melalui Google Play.

--------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Sunday, April 30, 2017

Asperindo Memprediksi Bisnis Jasa Kurir Bisa Tumbuh Hingga 25 Persen Pada 2017

Asperindo Memprediksi Bisnis Jasa Kurir Bisa Tumbuh Hingga 25% Pada 2017

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Pos dan Logistik Indonesia memprediksi bisnis pengiriman kilat dan logistik pada 2017 bisa tumbuh hingga 25%. Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan prediksi tersebut didasarkan oleh pesatnya per tumbuhan perdagangan elektronik atau e-commerce.

“Dari beberapa pelaku e-commerce, mereka mengatakan bisnis mereka baru 2% dari total bisnis retail yang ada di Indo nesia. Artinya potensi dan per tumbuhannya kan sangat luar biasa,” ujarnya dalam konferensi pers Perayaan HUT ke-31 Asperindo di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Dia menjelaskan peran industri pengiriman barang dalam bisnis e-commerce sangat penting karena didorong oleh percepatan digitalisasi Internet.

Nilai transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai US$130 miliar. Bila 13% dari total nilai tersebut digunakan untuk belanja kebutuhan pengiriman barang, Feriadi meyakini market size-nya sekitar US$6,5 miliar atau sekitar Rp219,7 triliun.

Berdasarkan riset yang dilakukan iDEA dan Taylor Nelson Sofres, nilai tersebut meningkat 5,7 kali lipat dari perdagangan 2016 lalu yang sebesar US$22,6 miliar.

Selain itu, pelanggan jasa pengiriman pun semakin meluas. Generasi milenial yang ke hidupannya sangat dekat dengan dunia digital merupakan pengguna e-commerce yang sangat aktif.

Syarifuddin, Direktur Eksekutif Asperindo, menambahkan ada dua faktor lain yang membuat industri pengiriman barang terus tumbuh.


Pertama, bisnis pengi riman barang akan selalu ada selama perdagangan ada. Alasannya, belum ada teknologi yang mampu memindahkan barang fi sik dari satu tempat ke tempat lain tanpa perantara.

Kedua, volume pengiriman barang di Indonesia selalu meningkat sebesar 14,7% setiap tahun. Bahkan pada tahun lalu nilainya mencapai Rp2.105 triliun.

“Itu hampir sama dengan APBN Indonesia,” katanya. Meskipun demikian, bisnis pengiriman Indonesia juga tidak lepas dari berbagai kendala, baik dari sisi regulasi mau pun infrastruktur. Feriadi mengatakan, berbagai kendala tersebut cukup membebani para pela ku bisnis.

Salah satunya adalah biaya pemeriksaan kargo dan pos melalui agen inspeksi atau regulated agent (RA). RA dinilai memperlambat proses penurunan biaya logistik. Dia menegaskan pihaknya tidak ingin melawan kebijakan pemerintah.

Namun, Asperindo ingin agar penerapan RA di evaluasi kembali dan tidak menghambat efisiensi biaya logistik. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 32/2015 tentang Pengamanan Kargo dan Pos serta Rantai Pasok ini memang tidak menetapkan tarif batas atas, melainkan hanya tarif batas bawah.

baca juga:


Selain itu, Asperindo memprotes kenaikan biaya RA setiap tahun sejak diluncurkan pertama kali pada 2010. Misalnya, awalnya hanya Rp350 per kilogram, mengalami kenaikan lagi Rp550 per kilogram tarif batas atas. Tantangan lain adalah Surat muatan udara (SMU) yang menjadi komponen biaya ter besar dalam penentuan tarif pengiriman ekspres.

Feriadi mengatakan, persentasenya mencapai 30% dari total biaya pengiriman. Tingginya biaya SMU membuat pengusaha jasa pengiriman barang kesulitan menekan harga khususnya pengiriman barang antarpulau. Apalagi, sebagian besar barang yang dikirim ke luar daerah menggunakan pesawat terbang.

-------------------------------

perusahaan jasa pengiriman barang laut dan udara di indonesia - quantum indonesia

Friday, April 28, 2017

Felda: Seharusnya Indonesia Dan Malaysia Yang Menentukan Harga Minyak Sawit (CPO) Dunia

Felda: Seharusnya Indonesia Dan Malaysia Yang Menentukan Harga Minyak Sawit (CPO) Dunia

Lembaga Kemajuan Tanah Persekutuan Malaysia (The Federal Land Development Authority/Felda) mengharapkan Indonesia dan Malaysia bisa menentukan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.

Chairman Felda Tan Sri Shahrir Samad mengemukakan hal itu saat diwawancarai di Kuala Lumpur, Sabtu.

Felda merupakan pengelola perkebunan terbesar dengan 811.140 hektare tumbuhan kelapa sawit di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak. Perusahaan ini juga mengelola perkebunan sawit di Indonesia bekerja sama dengan Rajawali Corp.

"Buat sekarang pembelian saham Rajawali Corp merupakan investasi strategis. Artinya kami memiliki saham tersebut merupakan pegangan yang strategis. Tetapi tidak boleh cerita apa strategisnya yang bakal dilaksanakan," ucapnya.

Shahrir mengatakan perusahaannya hingga saat ini belum ada rencana untuk menambah saham.

"Pada masa mendatang akan lebih ditingkatkan kolaborasi kerja sama Indonesia dan Malaysia dari segi penentuan harga dan pemasaran sawit di pasar dunia. Akhirnya yang penting adalah soal harga sawit," tuturnya.

Dia mengatakan kalau harga sawit stabil berpengaruh langsung terhadap industri sawit, petani-petani kecil dan perintis Felda juga.


"Yang terpenting adalah bagaimana Indonesia dan Malaysia bisa menentukan harga sawit yang tinggi di pasar internasional," imbuhnya.

Dia mengatakan tidak mudah mendapatkan kebun di Indonesia dan lebih mudah bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dengan menyertakan saham.

"Ini lebih bermanfaat tidak hanya bagi Felda tetapi juga kedua negara. Ini permulaan kolaborasi. 80 persen produksi sawit dunia dari Indonesia dan Malaysia," ucapnya.

Tan Sri Shahrir Samad sehari sebelumnya bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo yang juga Pejabat Penghubung Investasi Indonesia - Malaysia.

Dalam acara "Indonesia-Malaysia Business Matching" Eko Putro mengatakan bahwa pada prinsipnya Indonesia sedang moratorium kelapa sawit sehingga kalau pembukaan lahan baru tidak mungkin.

"Yang dilakukan Felda adalah membeli saham dari lahan kelapa sawit yang sudah ada," tuturnya.

baca juga:
Humas Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi mengatakan acuan penentuan harga kelapa sawit adalah di Rotterdam dan Kuala Lumpur Commodity Exchange.

"Tapi Indonesia sekarang lagi membuat acuan harga CPO dunia. Masih digodok konsepnya. Ada juga Kantor Pemasaran Bersama (KPB) punya PTP, tetapi belum menjadi acuan harga dunia," katanya (antaranewsdotcom).

-----------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Wednesday, April 26, 2017

Tepung Kelapa Sangat Diminati Sulut Ekspor Tepung Kelapa Ke Hongkong

Tepung Kelapa Sangat Diminati Sulut Ekspor Tepung Kelapa Ke Hongkong

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor tepung kelapa ke Hongkong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk tersebut.

"Ternyata tepung kelapa asal Sulut sangat diminati Hongkong tercermin dari permintaan yang semakin tinggi dari waktu ke waktu," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Darwin Muksin di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan hampir setiap bulan terjadi pengiriman tepung kelapa ke Hongkong dalam jumlah yang tidak sedikit.

Di awal April 2017, katanya, telah diekspor tepung kelapa ke Hongkong sebanyak 12,7 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 23.031 dolar Amerika Serikat (AS).

Ia menjelaskan Hongkong akan menjadi pasar potensial ekspor tepung kelapa asal Sulut karena melihat tren pertumbuhan kinerja ekspor ke negara tersebut cukup tinggi.


Dia menjelaskan pasar Hongkong sangat besar, otomatis jika produk yang dihasilkan berkualitas pasti permintaan semakin meningkat.

Sehingga, pihaknya mengimbau kepada pengekspor Sulut khususnya produk turunan kelapa tersebut, agar meningkatkan kualitas dan kuantitas barang.

baca juga:


"Jika kualitas tepung kelapa Sulut baik maka nilai tambah akan semakin meningkat," jelasnya.

Pemerintah siap fasilitasi dan mencarikan pasar baru bagi semua produk ekspor Sulut.

------------------------------
perusahaan jasa custom clearance di manado sulawesi utara - quantum indonesia