Wednesday, May 3, 2017

CMA-CGM Prancis Mencari Peluang Investasi Terminal Peti Kemas Di Indonesia

CMA-CGM Prancis Mencari Peluang Investasi Terminal Peti Kemas Di Indonesia

Setelah mendatangkan kapal raksasanya yang ketiga ke Indonesia, perusahaan pelayaran asal Prancis Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Matitime (CMA-CGM) mulai mencari peluang berinvestasi di Indonesia.

Jean-Yves Duval, Senior Vice President CMS-CGM Asia mengatakan, pihaknya ingin berinvestasi di sektor terminal peti kemas. Sebagai langkah awal, mereka sudah menjalin komunikasi intensif dengan PT Pelindo II.

"Kami ingin berinvestasi di terminal. Saat ini kami sedang menunggu respons dari Pelindo II mengenai rencana tersebut," ujarnya dalam konferensi pers di Tanjung Priok Jakarta, Minggu (23/4/2017).

Mereka mengklaim sebagai maskapai pelayaran terbesar ketiga di dunia dengan pangsa pasar mencapai 13%.


CMA CGM Group menilai Indonesia sebagai wilayah yang sangat strategis bagi perkembangan bisnis mereka di Asia Tenggara. Oleh karena itu mereka sangat mendukung rencana pemerintah membuka jaringan maritim di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami akan memanfaatkan peluang itu untuk memberikan kontribusi yang berarti," imbuhnya.

baca juga:


CMA CGM berkantor pusat di Marseille, Prancis dan memiliki jaringan di 160 negara. Armada yang dimiliki berjumlah total 499 dan melayani 420 pelabuhan komersial.

Perusahaan ini melalui 200 rute pelayaran dan tahun lalu berhasil membawa kontainer dengan kapasitas total 15,6 juta TEUs.

------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Thursday, April 27, 2017

Untuk Menggaet Kapal Raksasa Lainnya Pelindo II Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun

Untuk Menggaet Kapal Raksasa Lainnya Pelindo II Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun

Masuknya kapal raksasa milik Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) di Pelabuhan Tanjung Priok membuat PT Pelindo II semakin bergairah untuk menggaet kapal raksasa lainnya untuk melayani pengiriman peti kemas.

Untuk itu BUMN pelabuhan tersebut harus melakukan pengerukan kedalaman dermaga JICT agar bisa disandari oleh kapal-kapal raksasa.

Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan Pelindo II Riry Syeried Jetta menjelaskan, sebelum kapal milik CMA-CGM yang memiliki kapasitas rata-rata di atas 8.000 TEUs datang pihaknya telah melakukan pengerukan.

Sebelumnya kedalaman dermaga JICT sekitar minus 12-13 meter, sementara saat ini kedalamannya sudah mencapai minus 13-14 meter.

"Saat ini masih melakukan pengerukan. Kami targetkan kedalaman mencapai minus 16 meter pada Agustus nanti," tuturnya di Tanjung Priok, Jakarta.


Riry mengungkapkan untuk melakukan pengerukan tersebut Pelindo II menyiapkan capital dredging sebesar Rp 2,5 triliun. Selain digunakan untuk pengerukan, dana tersebut juga digunakan untuk memperlebar pelabuhan dan terusan sungai.

Kedalaman yang ada saat ini memang bisa disandari oleh kapal CMA-CGM yang rata-rata memiliki kapasitas hingga 8500 TEUs. Namun hal itu karena tingkat keterisiannya saat ini masih mencapai rata-rata 2300 TEUs.

baca juga:

Jika kapal tersebut terisi penuh maka dibutuhkan kedalaman dermaga JICT mencapai minus 15,5 meter. Apalagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal ada kapal raksasa lainnya yang akan masuk berkapasitas diatas 10.000 TEUs

----------------------

perusahaan jasa custom clearance di jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 18, 2017

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok?

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok -  CMA CGM Titus

Sebuah kapal kargo raksasa dengan kapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), hari ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal tersebut jadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar pada pelabuhan di Indonesia.

Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn Masassya, mengungkapkan alasan utama kapal kargo raksasa berlabuh di Indonesia lantaran kuantitas yang dibongkar muat di Indoesia belumlah mencukupi, khususnya untuk pengangkutan ke negara tujuan langsung (direct call).

Sistem tol dengan dengan menjadikan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan, membuat lebih banyak kontainer dari pelabuhan domestik lainnya dikirim ke Jakarta, sebelum kemudian dibawa langsung oleh kapal ukuran raksasa.


"Itu kan upaya peningkatan kargo, yang bisa dibawa pergi dari kapal CMA-CGM, next step-nya bagaimana kita improve Tanjung Priok jadi konsolidasi kargo dari daerah dekat langsung ke Jakarta, dari Jakarta ke negara tujuan. Saya yakin akan muncul kapal (raksasa) lain berikutnya," jelas Elvyn di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/4/2017).

Jika melihat infrastruktur pelabuhan hub di Indonesia sudah tak lagi jadi masalah. Bahkan Pelabuhan New Priok yang baru dibangun bisa menampung sandar untuk kapal raksasa dengan daya angkut kontaner 13.000 TEUs.

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini yakni koordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan lain dan juga pemerintah, agar beberapa hub pelabuhan yang sudah ditetapkan bisa berjalan optimal. Di luar Tanjung Priok, pelabuhan hub lainnya yakni Kuala Tanjung dan Bitung.

 Cara Mendapatkan Passive Income $1/Hari Hanya Dengan 1 Channel YouTube Sederhana

Selama ini, dengan kuantitas pengangkutan direct call yang masih sedikit, membuat kontainer terpaksa harus mampir dulu ke negara tetangga seperti Singapura, sebelum kemudian dikirim ke negara tujuan (transhipment).

"Kami berkoordinasi dengan Pelindo lain, juga Kemenhub, tujuan sama untuk meningkatkan posisi Indonesia yang memiliki banyak pelabuhan agar bersaing di negara tetangga. Kita nggak ada masalah," ujar Elvyn.

Saat ini saja, kapal raksasa CMA-CGM yang dimiliki perusahaan Prancis ini akan mengangkut sebanyak 2.300 TEUs dari Priok untuk dibawa langsung ke Amerika Serikat. Dari jumlah itu, sebanyak 22% kontainer berasal dari pelabuhan domestik lain yang dibawa ke Tanjung Priok (transhipment).

Direncanakan, tanggal 23 April, akan ada kapal dengan kapasitas yang lebih besar lagi dari perusahaan yang sama, yakni sebesar 10.000 TEUs yang akan bersandar di JICT, Tanjung Priok.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menuturkan pemerintah lewat tol laut sudah menetapkan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan. Sehingga kapal-kapal dari pelabuhan domestik lain akan melakukan transhipment di Jakarta.

baca juga:

Selain itu, beroperasinya kapal roro untuk angkutan truk ke Priok juga akan melipatgandakan jumlah kontainer dari Priok untuk diangkut kapal kargo raksasa.

"Dengan adanya sistem tol laut dan roro, konsolidasi barang akan jadi lebih baik. Kita upayakan berikan insentif ke roro, jadi akan lebih banyak barang yang dibawa dari sini (Jakarta). 23 (April) datang lebih besar lagi, 10.000 TEUs, kita akan undang Pak Presiden (sambut)," ungkap Budi.

Saat ini, baru kapal roro rute Jakarta Lampung yang sudah dibuka. Dalam waktu dekat, Kemenhub juga akan membuka rute kapal roro angkutan truk untuk Jakarta-Surabaya. (idr/mkj)


--------------------------------------

international freight forwarde in jakarta indonesia - quantum indonesia

Monday, April 17, 2017

Lagi, Kapal Kontainer Raksasa CMA-CGM Tancredi Dengan Kapasitas 8.700 TEUs Sandar Di Pelabuhan Tanjung Priok

Lagi, Kapal Kontainer Raksasa CMA-CGM Tancredi Dengan Kapasitas 8.700 TEUs Sandar Di Pelabuhan Tanjung Priok

Selang sepekan pascakedatangan kapal kontainer raksasa CMA-CGM Titus di Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini, Minggu (16/4/2017) sebuah kapal kontainer raksasa kembali sandar di pelabuhan yang berada di Teluk Jakarta tersebut.

Kapal raksasa yang sandar di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) itu bernama CMA-CGM Tancredi, dengan kapasitas hingga sekitar 8.700 TEUs, lebih besar dibandingkan kapal sebelumnya sebesar 8.500 TEUs.

Manager Corporate Affairs PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Indira Lestari mengatakan kapal kontainer raksasa kedua yang datang itu memiliki bobot hingga 92.498 gross tonnage (GT) dan panjang sekitar 334,99 meter.

"Kapal CMA-CGM Tancredi berkapasitas pasti 8.721 TEUs, tambat di JICT kemudian melakukan bongkar muat barang kisaran 2009 TEUs (bongkar 165 TEUs dan muat 1844 TEUs)," ujarnya, Minggu.

Menurutnya kapal tersebut masih merupakan layanan dari perusahaan pelayaran raksasa asal Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).


Prasetyadi, Direktur Operasional dan Sistem Informasi PT Pelindo II / Indonesia Port Corporation (IPC) mengatakan bahwa CMA-CGM memang telah menjanjikan akan melayari Pelabuhan Tanjung Priok selama sepekan sekali.

"Mereka memang menjanjikan akan melayari sepekan sekali, kalau muatan terus bertambah bahkan akan mendatangkan kapal raksasa generasi terakhir yang berkapasitas hingga 14.000 TEUs," ujarnya.

artikel terkait:

CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat. Layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus. (industri.bisnis.com)

------------------------------

perusahaan jasa custom clearance di jakarta indonesia - quantum indonesia

Saturday, April 8, 2017

Disambut Baik Kapal CMA-CGM Titus Kapasitas 8.500 TEUS Masuk Ke Tanjung Priok

Disambut Baik Kapal CMA-CGM Titus Kapasitas 8.500 TEUS Masuk Ke Tanjung Priok

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut baik masuknya kapal kontainer asal Prancis, CMA-CGM dengan kapalnya yang bernama CMA-CGM Titus yang berkapasitas hingga 8.500 TEUS.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan bahwa DPP ALFI menyambut baik dengan adanya kapal besar masuk ke Tanjung Priok itu.

"Walaupun sebenarnya jenis ukuran 8500 TEUS bukan kapal terbesar yang ada di dunia saat ini. Tapi, sudah baik untuk memulai secara bertahap naik ke 10.000 TEUS, meski prinsip Ship Follow the Trade tetap berlaku," ujarnya.

Pihaknya berharap kesepakatan CMA-CGM ini dapat berjalan secara rutin dan bukan satu dua kali shipment saja, hingga pada akhirnya biaya ekspor dan impor khususnya, akan lebih efisien dan kompetitif.

Sekjen ALFI Akbar Djohan menuturkan, bahwa masuknya kapal kontainer berkapasitas besar ke Tanjung Priok seharusnya memang bukanlah hal yang luar biasa. Pihaknya menilai memang sudah menjadi kewajiban dan tugas Pelindo II untuk mendatangkan pelayaran asing dengan kapasitas besar demi menekan biaya logistik yang tinggi.

Namun demikian, pihaknya berharap, setelah berhasil mendatangkan kapal tersebut, Pelindo II harus memastikan dapat merawat dan mempertahankan keberadaan layanan dari kapal besar itu dengan memberikan insentif-insentif tertentu.

Menurut Akbar, untuk mempertahankan itu tidak bisa hanya bersandar kepada infrastruktur yang ada guna mendukung performa pelayanan Pelindo II.

"Akan tetapi pemberian insentif - insentif tertentu kepada perusahaan pelayaran akan lebih menjadikan biaya lebih kompetitif dibandingkan dengan pelabuhan lainnya, seperti Singapura. Kalau tidak, mimpi untuk mewujudkan Priok sebagai transhipment port hanya akan selesai di angan saja," ujarnya.

Diketahui, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) memastikan salah satu perusahaan kapal kontainer raksasa di dunia asal Prancis, CMA-CGM mulai pekan depan akan melayari Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepastian kerja sama Pelindo II dengan perusahaan pelayaran bernama lengkap Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) itu akan diwujudkan dengan kedatangan kapal raksasa berkapasitas hingga sekitar 8.500 TEUS di Tanjung Priok pada 9 April 2017.

Kapal raksasa dengan bobot 95.367 ton, berkapasitas 8.469 TEUS, panjang 335 meter dengan estimasi draft sekitar -14 mLWS dan bakal menjadi kapal kontainer terbesar yang melayari Tanjung Priok itu bernama CMA-CGM Titus.

artikel terkait:

"Akhir pekan ini, 9 April 2017, satu kapal dari CMA-CGM kapasitas 8.500 TEUS akan sandar di Tanjung Priok untuk pertama kalinya. Rencananya, ke depan akan melayani setiap pekan sekali," tutur Prasetyadi, Direktur Operasi dan Sistem Informasi Teknologi Pelindo II, kepada Bisnis, Rabu (5/4/2017).

CMA-CGM Titus yang merupakan kapal generasi kelima yang termasuk jenis Post Panamax Plus itu akan melayani pengangkutan barang-barang yang akan di ekspor atau impor ke Amerika Serikat dengan nama layanan Java Sea Express (JAX).

-------------------------------------------------------------------------

perusahaan custom clearance dan forwarder di indonesia - quantum indonesia