Tuesday, April 18, 2017

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok?

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok -  CMA CGM Titus

Sebuah kapal kargo raksasa dengan kapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), hari ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal tersebut jadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar pada pelabuhan di Indonesia.

Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn Masassya, mengungkapkan alasan utama kapal kargo raksasa berlabuh di Indonesia lantaran kuantitas yang dibongkar muat di Indoesia belumlah mencukupi, khususnya untuk pengangkutan ke negara tujuan langsung (direct call).

Sistem tol dengan dengan menjadikan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan, membuat lebih banyak kontainer dari pelabuhan domestik lainnya dikirim ke Jakarta, sebelum kemudian dibawa langsung oleh kapal ukuran raksasa.


"Itu kan upaya peningkatan kargo, yang bisa dibawa pergi dari kapal CMA-CGM, next step-nya bagaimana kita improve Tanjung Priok jadi konsolidasi kargo dari daerah dekat langsung ke Jakarta, dari Jakarta ke negara tujuan. Saya yakin akan muncul kapal (raksasa) lain berikutnya," jelas Elvyn di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/4/2017).

Jika melihat infrastruktur pelabuhan hub di Indonesia sudah tak lagi jadi masalah. Bahkan Pelabuhan New Priok yang baru dibangun bisa menampung sandar untuk kapal raksasa dengan daya angkut kontaner 13.000 TEUs.

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini yakni koordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan lain dan juga pemerintah, agar beberapa hub pelabuhan yang sudah ditetapkan bisa berjalan optimal. Di luar Tanjung Priok, pelabuhan hub lainnya yakni Kuala Tanjung dan Bitung.

 Cara Mendapatkan Passive Income $1/Hari Hanya Dengan 1 Channel YouTube Sederhana

Selama ini, dengan kuantitas pengangkutan direct call yang masih sedikit, membuat kontainer terpaksa harus mampir dulu ke negara tetangga seperti Singapura, sebelum kemudian dikirim ke negara tujuan (transhipment).

"Kami berkoordinasi dengan Pelindo lain, juga Kemenhub, tujuan sama untuk meningkatkan posisi Indonesia yang memiliki banyak pelabuhan agar bersaing di negara tetangga. Kita nggak ada masalah," ujar Elvyn.

Saat ini saja, kapal raksasa CMA-CGM yang dimiliki perusahaan Prancis ini akan mengangkut sebanyak 2.300 TEUs dari Priok untuk dibawa langsung ke Amerika Serikat. Dari jumlah itu, sebanyak 22% kontainer berasal dari pelabuhan domestik lain yang dibawa ke Tanjung Priok (transhipment).

Direncanakan, tanggal 23 April, akan ada kapal dengan kapasitas yang lebih besar lagi dari perusahaan yang sama, yakni sebesar 10.000 TEUs yang akan bersandar di JICT, Tanjung Priok.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menuturkan pemerintah lewat tol laut sudah menetapkan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan. Sehingga kapal-kapal dari pelabuhan domestik lain akan melakukan transhipment di Jakarta.

baca juga:

Selain itu, beroperasinya kapal roro untuk angkutan truk ke Priok juga akan melipatgandakan jumlah kontainer dari Priok untuk diangkut kapal kargo raksasa.

"Dengan adanya sistem tol laut dan roro, konsolidasi barang akan jadi lebih baik. Kita upayakan berikan insentif ke roro, jadi akan lebih banyak barang yang dibawa dari sini (Jakarta). 23 (April) datang lebih besar lagi, 10.000 TEUs, kita akan undang Pak Presiden (sambut)," ungkap Budi.

Saat ini, baru kapal roro rute Jakarta Lampung yang sudah dibuka. Dalam waktu dekat, Kemenhub juga akan membuka rute kapal roro angkutan truk untuk Jakarta-Surabaya. (idr/mkj)


--------------------------------------

international freight forwarde in jakarta indonesia - quantum indonesia

Friday, April 27, 2012

Indonesia to invest US$2.47 billion to boost port's to 18 million TEU

indonesia_new_priok_kalibaru_port_jakarta_invest

INDONESIA Port Corporation (IPC), the largest port operator in Indonesia, is planning to invest US$2.47 billion in the development of Kalibaru Port, an extension to the existing Tanjung Priok Port in North Jakarta, Indonesia, according to UK's Port Technology International.

Upon completion in 2023, Kalibaru Port, or New Priok, will more than triple the annual capacity of Tanjung Priok from five million TEU to 18 million TEU.

Indonesia Port Corporation confirmed earlier this month that it had received approval from Indonesia's Presidential Regulation to begin works on the ambitious project, the port operator said in a statement.

The first phase of the project will include the installation of $1.38 billion worth of container terminal infrastructure and related equipment, while $730 million will be made available to construct the port's new petroleum product terminal. In addition, a further $305 million will be used to build toll roads, a power station and industrial area, with the remaining $50 million earmarked for other services.

IPC also said that further funding in the development of New Priok could come from outside investors and in the form of loans from national and international lenders.

picture: google.com