Tuesday, May 16, 2017

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Yakin Indonesia Memiliki 100 Pelabuhan Feeder

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Yakin Indonesia Memiliki 100 Pelabuhan Feeder

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia akan memiliki lima pelabuhan laut dalam dan 100 pelabuhan feeder.

Hal itu diungkapan Menko Luhut dalam pembukaan The 30th IAPH World Ports Conference 2017, di Bali. Dia mengatakan ekonomi maritim Indonesia mengalami peningkatan hingga US$1,33 triliun per tahun.

Menko Luhut menambahkan hingga saat ini, pihaknya hanya memanfaatkan sekitar 10%-15% dari IT, sementara sisanya dari laut.

Dia pun menegaskan Indonesia memerlukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktek bisnis yang baik untuk menghasilkan potensi maritim yang maksimal.


Oleh sebab itu hal ini telah tertuang dalam beleid Pepres Nomor 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

“Dalam Pepres tersebut, ada lima pilar yang dijelaskan. Yaitu, tentang kedaulatan maritim, perlindungan sosial untuk masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi dan industri maritim, pengembangan sumber daya laut, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis pada Jumat (12/5/2017).

baca juga:

Guna memberikan manfaat dari kondisi tersebut maka pemerintah akan membangun pelabuhan-pelabuhan yang baik dengan manajemen yang efisien.

“Dalam hal ini memang masih kurang, tetapi sejak beberapa tahun lalu, kita telah memiliki rencana untuk membangun lima pelabuhan laut dalam atau deep sea, dan lebih dari 100 pelabuhan feeder di seluruh Indonesia,” ujarnya.

-------------------------

international sea freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Friday, May 12, 2017

Untuk Memperkuat Sektor Transportasi Laut Indonesia Kemenhub Fokus Tuntaskan 11 Proyek Strategis Nasional

Untuk Memperkuat Sektor Transportasi Laut Indonesia Kemenhub Fokus Tuntaskan 11 Proyek Strategis Nasional

Kementerian Perhubungan berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan 11 proyek strategis nasional yang selama ini telah disiapkan untuk memperkuat sektor transportasi laut Indonesia.

Sebelas Proyek Strategis Nasional itu yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan KEK Maloy, inland waterways di Cikarang, Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan Makassar New Port, Pelabuhan Palu, Terminal Kijing, dan Pelabuhan Kupang.

"Ada 11 proyek strategis nasional yang sedang kita fokuskan penuntasannya," tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di sela Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman 2017, Kamis (4/5).

Budi Karya menerangkan bahwa di antara 11 proyek strategis nasional tersebut, penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi yang terdekat. Pasalnya, pengerjaan fisik tahap pertamanya diproyeksikan bakal selesai Agustus tahun ini.

Kemudian, pada tahap berikutnya, direncanakan pengelolaannya akan melibatkan swasta asing untuk turut membangun dan mengelola pelabuhan ini.

"Secara spesifik saya sampaikan Pelabuhan Kuala Tanjung akan beroperasi pada Agustus di tahap pertama dan tahap kedua kita memang sedang bicara dengan Port of Rotterdam dan Dubai untuk turut membangun dan mengelola,” ujar

Menurutnya keikutsertaan pihak asing tersebut juga telah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menjalin kerjasama dengan beberapa operator yang berkapasitas internasional, agar fungsi internasional HUB bisa lebih baik.

Sementara itu, terkait Pelabuhan Bitung, Menhub mengatakan bahwa saat ini sudah ada Kapal Ro-Ro rute Bitung - Davao yang diresmikan akhir April 2017 (30/4) oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Saat ini jadwal Ro-Ro tersebut 2 minggu sekali dan di harapkan ke depan menjadi reguler 1 (satu) minggu sekali.

Menurutnya hal tersebut merupakan titik yang baik untuk menghubungkan wilayah ASEAN. "Ke depan akan dihubungkan pula Indonesia dengan Malaysia, dan Thailand," ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan pembicaraann dengan  Gubernur Sulawesi Utara bahwa untuk muatan balik kapal Ro-Ro tersebut, sudah semen yang siap diekspor ke Filipina.

Sementara itu, terkait dengan dwelling time, Menhub mengklaim telah dapat mengurangi waktu di pelabuhan maupun biaya pelayanan di beberapa pelabuhan.

“Dwelling time sudah 3 hari dan tadi Bapak Presiden minta agar menjadi 2 hari. Kita juga lakukan efisiensi biaya di sana. Contoh, di Samarinda, cost yang selama ini kontainer Rp180 ribu bisa kita tekan jadi Rp18 ribu. Dibanyak pelabuhan bisa kita terapkan,” ucapnya.


Acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman 2017 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja serta pimpinan tinggi instansi/lembaga negara.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah Indonesia akan terus melakukan terobosan dalam mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Selain itu potensi Negara juga akan dibangkitkan agar dapat dimanfaatkan oleh rakyat. Sementara, menyinggung soal tol laut, Presiden Jokowi menyebut telah berhasil menurunkan harga 20-25% di Indonesia Timur.

“Di bidang infrastruktur maritim, ada tol laut dan berkaitan dengan pelabuhan. Terutama Indonesia Timur, turunnya harga 20-25%, saya rasa penurunan cukup tinggi. Tapi bila rute dan trayek semakin banyak, kita meyakini turunnya harga semakin baik lagi,” ucapnya.

Selain tol laut, Jokowi menambahkan dengan adanya kapal berkapasitas hingga 10.000 TEUs yang telah berhasil bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar dua minggu lalu akan berdampak pada penurunan biaya logistik dan transportasi.

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan program tol laut telah berhasil menekan disparitas harga hingga 25%,

baca juga:

"Kami sudah bangun 30 titik logistik di Timur dan Barat agar kesenjangan tidak terlalu besar. Harga di Indonesia Timur, kami ambil sampling misalnya antara Surabaya dengan daerah terpencil di Indonesia Timur, sekitar 20-25% harga sudah turun," kata Menko Luhut.

Nantinya kata Luhut, rute dan trayek kapal akan diperbanyak, sehingga dapat lebih maksimal dalam menurunkan disparitas harga hingga 50% pada 1-2 tahun mendatang.

---------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Wednesday, May 10, 2017

Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Sumatra Utara Bisa Rampung Tahun Ini.

Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Sumatra Utara Bisa Rampung Tahun Ini.

Presiden Joko Widodo optimistis Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara bisa rampung tahun ini.

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman memastikan di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, akan ada feeder boat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini pengerjaan feeder boat sedang dalam proses. Tujuannya adalah mengoptimalisasi layanan di Kuala Tanjung sebagai hub internasional.

"Di Kuala Tanjung, feeder boat sedang kita kerjakan. Dan itu sekarang dalam proses yang jalan," ujar Menko Luhut pada Rakornas Kemaritiman di TMII, Kamis (4/5/2017).

Sementara itu, Kementerian Perhubungan sebelumnya juga telah menyiapkan rencana trayek pelayaran internasional dari Pelabuhan Kuala Tanjung menuju Pelabuhan Bitung. Hal ini menyusul suksesnya pelayaran perdana Davao–Bitung awal bulan ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rencana itu sesuai dengan misi Kemenhub mewujudkan Bitung dan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional.

“Setelah Davao-Bitung baru dibuka selanjutnya Kuala Tanjung juga,” ujarnya seusai membuka Rapat Kerja Direktorat Perhubungan Laut 2017 di Jakarta, Rabu (3/5) lalu.

Dia optimistis pelayaran perdana dari dan menuju Pelabuhan Kuala Tanjung bisa terwujud pada tahun ini


“Kalau Kuala Tanjung kita harapkan pada Agustus atau September tahun ini buka,” katanya.

Menurut Presiden Joko Widodo, pelabuhan ini perlu dikebut penyelesaiannya agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan di bidang transportasi laut dengan negara lainnya.

"Kemungkinan besar pelabuhan Kuala Tanjung ini akan dikerjasamakan antara Pelindo, Rotterdam Port, dan juga untuk logistiknya dengan Dubai Port. Gabungan-gabungan seperti itu akan menjadikan kekuatan kita besar," ungkapnya.

Di hadapan para peserta Rapat Koordinasi Maritim di Taman Mini Indonesia Kamis (4/5/2017) kemarin Presiden mengingatkan seluruh masyarakat untuk meninggalkan rutinitas dan pola-pola lama dalam bekerja.

Presiden Joko Widodo juga meminta agar jajarannya berfokus pada industri kemaritiman seperti galangan kapal, jasa pelayaran, dan juga hilirisasi industri.

Dia mengatakan bahwa potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan ini USD1,33 triliun atau setara dengan Rp19 ribu triliun lebih. Ini sebuah potensi yang sangat besar.

baca juga:

Namun apabila pengelolaannya hanya rutinitas, monoton, dan tidak melakukan terobosan-terobosan, maka jangan diharapkan bahwa angka ini bisa dimiliki oleh Indonesia.

“10% saja sudah bagus apalagi masuk ke 19 sampai 20 puluh ribu. Ini sebuah pekerjaan besar," sambungnya (industridotbisnisdotcom).

------------------------
international freight forwarding in medan indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 25, 2017

Inilah Sejarah Panjang JICT Dalam Melayani Pelayaran Tujuan Langsung Atau Direct Call Di Tanjung Priok

Inilah Sejarah Panjang JICT Dalam Melayani Pelayaran Ttujuan Langsung Atau Direct Call Di Tanjung Priok

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mencetak sejarah baru di tahun ini dengan pencapaian sukses melayani kapal terbesar CMA CGM Otello, milik perusahaan pelayaran Perancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).

Sebelumnya, 2 kapal berukuran besar lainnya yakni CMA CGM Titus dan Tancredi juga sukses dilayani di pelabuhan petikemas tersebut dengan produktivitas pelabuhan yang prima di JICT, yakni 27-30 Mph (gerakan per jam).

Kapal CMA-CGM Otello memiliki panjang 334 meter dan melakukan bongkar muat petikemas sebanyak 1.551 TEUs.

Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa, di sela acara seremonial penyambutan kapal petikemas raksasa, di dermaga Utara JICT, Jakarta, Minggu (23/4/2017) mengatakan CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. JICT dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service dengan jadwal satu kali setiap minggu ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat dan layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus.

baca juga:


Namun demikian, sejarah panjang juga telah ditorehkan JICT dalam melayani pelayaran tujuan langsung atau direct call. Hal itu antara lain:


Tahun 2000
JICT bekerjasama dengan P&O Nedloyd untuk pelayanan langsung ke Eropa. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal ‘MV Texas’ dengan kapasitas 3.052 TEUs dan panjang 289 meter.

Tahun 2007
JICT bekerjasama dengan Maersk Line untuk pelayanan langsung ke Afrika. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal berkapasitas 2.500 TEUs dan panjang 220 meter.

Tahun 2011
JICT bekerjasama dengan konsorsium pelayaran termasuk APL (American President Line) untuk pelayanan langsung ke Australia. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal ‘MV Boomerang’ dengan kapasitas 4.000 TEUs dan panjang 286 meter.

Tahun 2012
JICT bekerjasama dengan Maersk Line untuk layanan langsung ‘Noorthern Loop’, Jakarta - Fremantle, Australia. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV Maersk Diadema dengan kapasitas 4.542 TEUs dan panjang 250 meter.

Tahun 2014
JICT bekerjasama dengan Pelayaran China Shipping untuk layanan langsung ‘Sundex’, Jakarta - Eropa. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV CSCL Felixtowe dengan kapasitas 4.500 TEUs dan panjang 297 meter.

Tahun 2017
JICT bekerjasama dengan Pelayaran CMA CGM untuk layanan langsung ‘JAX’, Jakarta - Amerika. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV CMA CGM Titus dengan kapasitas 8.500 TEUs dan panjang 334 meter.

--------------------------

perusahaan jasa custom clearance di tanjung priok jakarta indonesia - quantum indonesia

Sunday, April 23, 2017

Jalan Tol Akses Tanjung Priok Sepanjang 11,4 kilometer Akan Dilintasi 3.600 Truk Kontainer Setiap Hari

Jalan Tol Akses Tanjung Priok Sepanjang 11,4 kilometer Akan Dilintasi 3.600 Truk Kontainer Setiap Hari

Jalan Tol Akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 kilometer telah diresmikan pada Sabtu 15 April 2017. Jalan tol ini diprediksi akan dilintasi oleh sekitar 3.600 truk kontainer.

Peresmian dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Dengan adanya tol ini kecepatan keluar masuk pelabuhan kontainer dapat ditingkatkan, artinya kapal- kapal peti kemas tersebut bisa dilayani dengan baik,"ujar Jokowi, di Jakarta, Sabtu, 15 April 2017.

Dengan tol baru ini, arus keluar masuk kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia akan lebih cepat sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Pembangunan jalan tol ini pertama kali dimulai pada 2008 lalu dan sempat mengalami permasalahan pengadaan lahan. Selain itu tercatat ketidaksesuaian mutu beton sebanyak 69 pilar sehingga dilakukan pembongkaran dan pergantian.

Adanya kendala itu membuat penyelesaian jalan Tol Akses Tanjung Priok mengalami keterlambatan hingga 5 tahun.

Jalan tol akses Tanjung Priok adalah bagian dari sistem jaringan tol Jabodetabek dan langsung terhubung ke ruas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang memiliki memiliki total panjang 69,77 kilometer.

Proyek ini merupakan bagian dari target pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer hingga 2019 mendatang. Jalan tol ini juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 di era Kabinet Kerja.

baca juga:


Jalan Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi, yaitu Seksi E-1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 Km, E-2 Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km, E-2A Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 km, NS Link Yos Sudarso-Simpang Jampea sepanjang 2,24 km, dan NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km.

dana warisan 1 m dengan cicilan ringan 355 ribu

--------------------------------------


Wednesday, April 19, 2017

Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat Segera Dibangun, Pengganti Pelabuhan Tanjung Priok Sebagai Pelabuhan Internasional

Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat Segera Dibangun, Pengganti Pelabuhan Tanjung Priok Sebagai Pelabuhan Internasional

Perkembangan bongkar muat barang ke depan tidak hanya bisa mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara saja. Pembangunan pelabuhan baru dengan daya tampung yang mumpuni juga perlu dikebut.

Salah satunya adalah pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Pelabuhan Patimban sendiri rencananya akan dimulai pembangunannya pada awal 2018 mendatang dan terbagi ke dalam tiga tahap dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2027 mendatang.

"Pelabuhan Patimban harus segera dibangun sebagai pengganti (Pelabuhan) Tanjung Priok sebagai pelabuhan internasional," jelas Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (16/4/2017).


Pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat menjadi salah satu infrastruktur yang paling ditunggu keberadaannya. Pasalnya ada beberapa titik kemacetan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, di sisi lain sebagian besar industri sudah tidak ada lagi di Jakarta.

"Hampir 85% volume keluar masuk ke Tanjung Priok berasal dari luar DKI Jakarta," tutur Zaldy.

Dari sisi aksesibilitas angkutan barang, dengan adanya kereta barang dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Cikarang juga belum mampu untuk mempercepat mobilitas barang dari pelabuhan ke kawasan industri.

artikel terkait:


"Setiap penambahan kapasitas pelabuhan akan membuat Jakarta tambah macet dan Tol Tanjung Priok tidak akan cukup apalagi kapasitas kereta api dari Tanjung Priok sangat terbatas," kata Zaldy. (detikfinance).

----------------------------------

freight forwarding custom clearance di indonesia - quantum indonesia