Monday, May 22, 2017

Pusat Logistik Berikat Di Bandara Soekarno Hatta Akan Dibangun Juni 2017

Pusat Logistik Berikat Di Bandara Soekarno Hatta Akan Dibangun Juni 2017

PT Angkasa Pura Cargo menargetkan groundbreaking Pusat Logistik Berikat (PLB) di Bandara Soekarno Hatta pada awal Juni 2017. PLB tersebut ditujukan sebagai pusat logistik sparepart atau komponen pesawat.

PLB ini akan dibangun di atas lahan seluas 1 hektare (ha) yang merupakan bagian dari lahan 5 ha yang akan dikembangkan Angkasa Pura Cargo sebagai kawasan logistik. Sementara 5.000 m2 bagian dari lahan tersebut akan dibangun menjadi kawasan distribution Center dan selebihnya dibangun menjadi pergudangan terintegrasi (integrated warehouse) untuk komunitas e-commerce.

Denny Fikiri, Direktur Utama AP Cargo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan desain dari PLB tersebut dan sedang mengurus perizinan ke Bea Cukai. "Peletakan batu pertama akan dilakukan bulan depan di awal Juni dan kami targetkan beroperasi pada kuartal II 2018," kata Denny pada KONTAN, Kamis (18/5).

Menurut Denny, dari 5 ha lahan tadi, hanya 3 ha yang akan dibangun menjadi kawasan pergudangan baik untuk PLB, integrated warehouse maupun distribution center. Sisanya akan menjadi kawasan terbuka.

Denny tidak merinci nilai investasi untuk membangun PLB tersebut. Namun, total investasi pengembangan kawasan 5 ha tadi diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Pengembangan tahap pertama, Angkasa Pura Cargo akan menggelontorkan investasi sekitar Rp 30 miliar pada tahun ini.


Denny berharap dengan rampungnya pembangunan PLB tersebut maka komponen-komponen pesawat yang selama ini disimpan di Singapura bisa masuk ke Soekarno-Hatta.

Sembari menunggu gudang PLB itu selesai dibangun, Angkasa Pura Cargo akan menggunakan gudang sementara dulu di Bandara Sukarno Hatta seluas 2.000 meter persegi. Gudang temporary inilah akan dijadikan untuk pengurusan perizinan ke Bea Cukai saat ini. "Nanti kalau PLB sudah ready gudangnya tinggal submit dokumen saja ke Bea Cukai," papar Denny.

baca juga:


Di samping mempersiapkan pembangunan PLB, Angkasa Pura Cargo juga tengah mempersiapkan diri untuk membangun Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, perusahaan tengah melakukan koordinasi dengan semua stakeholder bandara untuk pembangunan proyek tersebut.

Denny mengaku, saat ini, desain cargo village tersebut sudah rampung dan baru membuka proses tender untuk operator kawasan kargo tersebut. Tahun ini, Angkasa Pura Cargo masih akan fokus untuk mencari operator, sedangkan pembangunan infrastruktur baru akan dimulai tahun 2018 dan ditargetkam selesai tahun 2019 atau 2020.

---------------------

international air freight forwarding in jakarta indonesia - quantum indonesia

Sunday, May 14, 2017

Bak Buah Simalakama, Pemeriksaan Kargo Dan Pos Di Bandara Oleh Agen Inspeksi Atau Regulated Agent

Bak Buah Simalakama, Pemeriksaan Kargo Dan Pos Di Bandara Oleh Agen Inspeksi Atau Regulated Agent

Keinginan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mencari solusi terbaik atas penolakan agen inspeksi, ibarat buah simalakama. Dimakan bapak mati, tak dimakan ibu mati.

Perdebatan atas keberadaan pemeriksaan kargo dan pos di bandara oleh agen inspeksi atau regulated agent (RA) sejatinya muncul bahkan sejak 2011. Pada tahun itu, Kementerian Perhubungan merilis Peraturan Dirjen Perhubungan Udara No.SKEP 255/IV/2011 tentang Pemeriksaan Kargo dan Pos yang Diangkut Pesawat Udara.

Regulasi tersebut membuka jalan bagi perusahaan swasta untuk menjadi agen inspeksi pemeriksa barang kiriman sebelum naik ke pesawat udara.

Saat itu, baru ada tiga perusahaan yang diberi izin yakni PT Ghita Avia Trans, PT Duta Angkasa Prima Kargo dan PT Fajar Anugrah Semesta.

Kini, tercatat ada 19 perusahaan yang berfungsi sebagai agen inspeksi dan tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pemeriksa Kargo dan Pos Indonesia (Appkindo).

Sejak agen inspeksi diberlakukan, perusahaan pengiriman ekspres mulai melancarkan protes akibat terbebani biaya tinggi pemeriksaan kargo serta kian lambatnya proses pengiriman barang.

Perusahaan pengiriman yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) membeberkan lonjakan biaya logistik akibat munculnya agen inspeksi.

Wakil Ketua Umum DPP Asperindo Budi Paryanto mengatakan bahwa awalnya biaya agen inspeksi hanya Rp350 per kilogram, yang kemudian naik lagi menjadi Rp550 per kilogram.

Dia melanjutkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 32/2015 tentang Pengamanan Kargo dan Pos serta Rantai Pasok tidak menetapkan tarif batas atas, melainkan hanya tarif batas bawah.

“Ini tidak sejalan dengan keinginan pemerintah yang katanya ingin menurunkan biaya logistik,” katanya belum lama ini.

Hal yang sama juga dikeluhkan Asosiasi Forwarder dan Logistik Indonesia (ALFI). Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan bahwa pemeriksaan kargo dan pos oleh pihak swasta selama ini tak berjalan efektif. Dia menyatakan masih sering ditemukan barang yang dilarang masuk pesawat.

Oleh karena itu, Yukki meminta harus ada penindakan dan kejelasan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi pelanggaran seperti lolosnya barang yang dilarang masuk ke pesawat. Agen inspeksi swasta juga dituding hanya mengejar keuntungan semata dan mengabaikan pelayanan.

Tudingan negatif terhadap agen inspeksi ditolak mentah-mentah oleh Appkindo.

Ketua Umum Appkindo Adrianto Soejarwo menuturkan perusahaan pengiriman barang sudah barang tentu mengeluh akibat keberadaan agen inspeksi. Alasannya, perusahaan pengiriman ekspres tak bisa lagi mengirim barang seenaknya sejak agen inspeksi beroperasi.

“Barang-barang terlarang yang dulu bisa lolos sekarang tidak bisa lagi. Prosedur kami lebih ketat,” tuturnya kepada Bisnis.

Menurutnya, anggota Appkindo berulang kali menemukan paket kiriman berisi narkoba sejenis ekstasi dan ganja. Adrian bahkan menyatakan anak buahnya beberapa kali sempat akan disogok oleh agen pengiriman barang.

Terkait dengan biaya yang dikeluhkan perusahaan jasa pengiriman, dia mengatakan pihaknya tidak akan serta merta menaikkan biaya tanpa dasar yang jelas. Biaya tersebut wajar mengingat alat pemeriksaan yang mereka pakai tergolong canggih.

Dia mencontohkan satu mesin X-Ray harganya sekitar US$450.000, sedangkan setiap agen inspeksi minimal harus punya dua unit mesin X-Ray sebagaimana instruksi Kementerian Perhubungan.

Selain itu, agen inspeksi juga harus menyewa lahan di bandara dengan kontrak 2 tahun dan membangun gudang sendiri.


MENCARI SOLUSI

Kementerian Perhubungan bukannya tinggal diam. Menhub Budi Karya Sumadi bahkan sampai harus melakukan inspeksi mendadak ke beberapa operator agen inspeksi di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada tahun lalu. Namun, Menhub menjelaskan masalah agen inspeksi merupakan persoalan yang kompleks.

Di satu sisi, dia banyak menerima aduan dari pelaku usaha yang merasa dirugikan oleh agen inspeksi. Pada sisi lain, operator agen inspeksi swasta tidak bisa serta merta dibubarkan mengingat investasi yang sudah digelontorkan amat besar. Agen inspeksi juga punya landasan hukum yang kuat.

Sekadar informasi, untuk membuka usaha agen inspeksi modal minimal yang harus tersedia adalah Rp25 miliar sesuai Permenhub No. 23/2015.

Oleh karena itu, Budi Karya akan mengkaji untung dan rugi dari keberadaan agen inspeksi tersebut. Dengan kajian itu, dia berharap bisa dicarikan solusi terbaik untuk masalah yang melingkupi agen inspeksi.

“Kita lihat dulu banyak manfaat atau masalahnya. Kalau banyak manfaatnya kita pertimbangkan, tetapi kalau banyak masalahnya akan kita selesaikan dengan cara-cara tertentu,”katanya.

baca juga:



Hal senada diungkapkan oleh Yukki. Dia meminta pemerintah segera mencarikan jalan keluar yang terbaik bagi operator agen inspeksi. Menurutnya, hal tersebut tidak sulit asalkan semua pihak mendapatkan kepastian harga yang dapat dipertanggungjawabkan. Semoga!

-------------------------

international freight forwarding in soekarno hatta airport jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 11, 2017

Maskapai Garuda Indonesia Memperluas Jaringan Layanan Pengiriman Kargo Udara Door To Door di Indonesia

Maskapai Garuda Indonesia Memperluas Jaringan Layanan Pengiriman Kargo Udara Door To Door di Indonesia

Maskapai PT Garuda Indonesia memperkuat kerja sama dengan PT Aero Jasa Cargo (AJC) atau Aeroexpress untuk memperluas jaringan layanan pengiriman kargo udara di wilayah Indonesia.

Penguatan jalinan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kedua perusahaan yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (30/3). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono dan Direktur Utama PT Aero Jasa Cargo (AJC) Bambang Sunan.

Kerja sama tersebut mencangkup dua bidang, yaitu kerja sama untuk layanan door to door dan kerjasama peresmian cargo service center (CSC) melalui program kerja sama operasi (KSO) antara Garuda Indonesia Cargo dengan Aero Jasa Cargo.

Melalui layanan kerjasama door to door para pelanggan AJC semakin dimudahkan untuk melakukan pengiriman barang di wilayah domestik melalui jaringan layanan masing-masing entinas bisnis Garuda Indonesia Group tersebut.

Selain itu, melalui KSO, Garuda Indonesia Cargo dan AJC pun dapat bersama-sama untuk mengembangkan perluasan jaringan layanan kargonya dengan membuat kerjasama pengelolaan CSC, salah satunya adalah kerja sama pengelolaan CSC KSO terbaru di Tebet, Jakarta.

Sigit Muhartono mengatakan bahwa peresmian CSC KSO di Tebet tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pelanggan Garuda Indonesia Cargo maupun PT Aero Jasa Cargo, mengingat layanan Garuda Indonesia Cargo akan semakin bervariasi, salah satunya melalui layanan pengiriman premium door to door.

“Pembukaan CSC ini merupakan salah satu upaya mengembangkan potensi kargo udara di Indonesia, dan semoga ke depannya layanan melalui CSC ini diharapkan dapat menjangkau ke seluruh pelosok daerah untuk menunjang pesatnya pengiriman kargo domestik dan internasional bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Sigit.

Sigit menambahkan, kerja sama bersama AJC ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis yang dilakukan secara aktif pada 2017 sebagai bagian dari upaya peningkatan pertumbuhan market share Garuda di sektor domestik yang pada 2016 lalu tercatat sebesar 66% di pasar kargo udara nasional.

Sementara itu, Direktur Utama AJC Bambang Sunan mengatakan, dukungan penuh dari Garuda Indonesia Cargo melalui kerja sama yang baru ditandatangani, diharapkan akan semakin memperkuat aspek utama layanan perusahaannya terkait konfirmasi ruang, penanganan di bandara, komitmen harga yang bersaing, handling operasional, pendidikan dan pelatihan, serta sistem yang mendukung.

Saat ini telah terdapat 63 CSC yang dikelola langsung oleh Garuda Indonesia Cargo, dan 10 CSC KSO yang dikelola oleh mitra perusahaan. Dari total 73 outlet CSC yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, 46 CSC berlokasi di bandara dan 27 CSC lainnya berlokasi di pusat kota.

artikel terkait:

Dengan bertambahnya Cargo Service Center KSO Tebet, kini para pelanggan Garuda Indonesia Cargo dan AJC khususnya di wilayah Jakarta Selatan dapat menikmati kemudahan mengirim barang lewat udara, ke seluruh rute yang diterbangi Garuda Indonesia.

Para pelanggan dapat memilih layanan Regular atau Go Express, yang memprioritaskan pengiriman bedasarkan kecepatan waktu, berat dan jenis komoditas, disesuaikan dengan kebutuhan prioritas pelanggan.

Melalui Cargo Service Center, Garuda Indonesia Cargo melayani pengiriman barang dari city to door dan city to port, di mana CSC berfungsi sebagai drop and pick-up point. Selain itu, melalui CSC yang berlokasi di pusat kota, para pengguna jasa dapat melakukan pengiriman atau pengambilan barang/ dokumen tanpa harus datang ke bandara.


----------------------------------------------------------
perusahaan jasa pengiriman kargo udara door to door di indonesia - quantum indonesia