Friday, May 12, 2017

Untuk Memperkuat Sektor Transportasi Laut Indonesia Kemenhub Fokus Tuntaskan 11 Proyek Strategis Nasional

Untuk Memperkuat Sektor Transportasi Laut Indonesia Kemenhub Fokus Tuntaskan 11 Proyek Strategis Nasional

Kementerian Perhubungan berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan 11 proyek strategis nasional yang selama ini telah disiapkan untuk memperkuat sektor transportasi laut Indonesia.

Sebelas Proyek Strategis Nasional itu yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan KEK Maloy, inland waterways di Cikarang, Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan Makassar New Port, Pelabuhan Palu, Terminal Kijing, dan Pelabuhan Kupang.

"Ada 11 proyek strategis nasional yang sedang kita fokuskan penuntasannya," tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di sela Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman 2017, Kamis (4/5).

Budi Karya menerangkan bahwa di antara 11 proyek strategis nasional tersebut, penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi yang terdekat. Pasalnya, pengerjaan fisik tahap pertamanya diproyeksikan bakal selesai Agustus tahun ini.

Kemudian, pada tahap berikutnya, direncanakan pengelolaannya akan melibatkan swasta asing untuk turut membangun dan mengelola pelabuhan ini.

"Secara spesifik saya sampaikan Pelabuhan Kuala Tanjung akan beroperasi pada Agustus di tahap pertama dan tahap kedua kita memang sedang bicara dengan Port of Rotterdam dan Dubai untuk turut membangun dan mengelola,” ujar

Menurutnya keikutsertaan pihak asing tersebut juga telah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menjalin kerjasama dengan beberapa operator yang berkapasitas internasional, agar fungsi internasional HUB bisa lebih baik.

Sementara itu, terkait Pelabuhan Bitung, Menhub mengatakan bahwa saat ini sudah ada Kapal Ro-Ro rute Bitung - Davao yang diresmikan akhir April 2017 (30/4) oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Saat ini jadwal Ro-Ro tersebut 2 minggu sekali dan di harapkan ke depan menjadi reguler 1 (satu) minggu sekali.

Menurutnya hal tersebut merupakan titik yang baik untuk menghubungkan wilayah ASEAN. "Ke depan akan dihubungkan pula Indonesia dengan Malaysia, dan Thailand," ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan pembicaraann dengan  Gubernur Sulawesi Utara bahwa untuk muatan balik kapal Ro-Ro tersebut, sudah semen yang siap diekspor ke Filipina.

Sementara itu, terkait dengan dwelling time, Menhub mengklaim telah dapat mengurangi waktu di pelabuhan maupun biaya pelayanan di beberapa pelabuhan.

“Dwelling time sudah 3 hari dan tadi Bapak Presiden minta agar menjadi 2 hari. Kita juga lakukan efisiensi biaya di sana. Contoh, di Samarinda, cost yang selama ini kontainer Rp180 ribu bisa kita tekan jadi Rp18 ribu. Dibanyak pelabuhan bisa kita terapkan,” ucapnya.


Acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman 2017 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja serta pimpinan tinggi instansi/lembaga negara.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah Indonesia akan terus melakukan terobosan dalam mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Selain itu potensi Negara juga akan dibangkitkan agar dapat dimanfaatkan oleh rakyat. Sementara, menyinggung soal tol laut, Presiden Jokowi menyebut telah berhasil menurunkan harga 20-25% di Indonesia Timur.

“Di bidang infrastruktur maritim, ada tol laut dan berkaitan dengan pelabuhan. Terutama Indonesia Timur, turunnya harga 20-25%, saya rasa penurunan cukup tinggi. Tapi bila rute dan trayek semakin banyak, kita meyakini turunnya harga semakin baik lagi,” ucapnya.

Selain tol laut, Jokowi menambahkan dengan adanya kapal berkapasitas hingga 10.000 TEUs yang telah berhasil bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar dua minggu lalu akan berdampak pada penurunan biaya logistik dan transportasi.

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan program tol laut telah berhasil menekan disparitas harga hingga 25%,

baca juga:

"Kami sudah bangun 30 titik logistik di Timur dan Barat agar kesenjangan tidak terlalu besar. Harga di Indonesia Timur, kami ambil sampling misalnya antara Surabaya dengan daerah terpencil di Indonesia Timur, sekitar 20-25% harga sudah turun," kata Menko Luhut.

Nantinya kata Luhut, rute dan trayek kapal akan diperbanyak, sehingga dapat lebih maksimal dalam menurunkan disparitas harga hingga 50% pada 1-2 tahun mendatang.

---------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia

Thursday, May 11, 2017

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ketersediaan tol laut, seperti pelabuhan berhasil menekan biaya logistik hingga 25 persen di kawasan Indonesia Timur.

“Berkaitan dengan tol laut, yang terkait pelabuhan, terutama di Indonesia bagian timur sudah dirasakan masyarakat. Turunnya harga 20 persen-25 persen, itu penurunan yang cukup tinggi,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Bidang Kemaritiman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Pada rakornas yang dihadiri jajaran menteri, gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia, Jokowi menegaskan kembali visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Presiden optimistis apabila rute dan trayek perjalanan kapal semakin banyak, harga kebutuhan pokok di Indonesia Timur juga bakal menurun.


Selain itu, kata Presiden, ketersediaan infrastruktur pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok telah mengundang daya tarik kapal-kapal kontainer berukuran raksasa untuk berlabuh di situ.

Pada 9 April lalu, sebuah kapal kargo raksasa berkapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. CMA-CGM menjadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar di pelabuhan di Indonesia.

Pelabuhan New Priok, yang baru dibangun juga dapat menampung kapal raksasa dengan daya angkut kontainer 13.000 TEUs. “Artinya, nanti juga akan ada penurunan biaya logistik, dan transportasi, karena kita sudah tidak usah transit ke negara lain. Langsung masuk ke negara tujuan,” katanya.

baca juga:


Dikatakan, penurunan biaya logistik juga bakal terjadi apabila dilakukan konsolidasi antarpelabuhan. Hal ini akan memacu semakin banyak kapal yang merapat di berbagai pelabuhan di Indonesia. “Bisa kita lakukan dengan baik, kapal besar akan semakin banyak yang merapat di pelabuhan kita, karena kapasitas yang diangkut betul-betul sudah ada,” katanya.

-----------------------------

perusahaan logistik terbaik di indonesia - quantum indonesia


Saturday, April 22, 2017

Untuk Mendukung Tol Laut Menhub Akan Bangun 40 'Rumah Kita' Di Seluruh Indonesia

Untuk Mendukung Tol Laut Menhub Akan Bangun 40 'Rumah Kita' Di Seluruh Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyiapkan 40 'Rumah Kita' untuk mendukung program tol laut. Dua puluh Rumah Kita akan dibangun BUMN, dan 20 lagi dibangun swasta.

Rumah Kita adalah tempat untuk menampung barang-barang yang dibawa kapal tol laut dan dari daerah yang disinggahi tol laut. Dari Rumah Kita, kapal tol laut bisa menurunkan muatan dari tempat pemberangkatan dan mendapat muatan untuk dibawa pulang.

"Kita buat Rumah Kita 20. Nanti kalau swasta sudah jalan akan ada Rumah Kita versi swasta mungkin 20 lagi. Rumah Kita adalah rumah yang menampung barang-barang untuk mempertahankan harga secara konstan, dan juga mengumpulkan barang untuk (jalur) balik. Selama ini isunya kan barang baliknya sedikit," kata Budi Karya saat ditemui di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Rumah Kita akan didirikan di sejumlah tempat yang disinggahi kapal tol laut, misalnya Saumlaki, Merauke, Namlea, dan sebagainya. Sudah ada 7 Rumah Kita yang beroperasi. 13 lagi segera beroperasi 2 pekan lagi.


"Banyak. Ada di Saumlaki, Merauke, Namlea, dan lainnya. Sekarang itu 7 sudah jalan. Sementara yang 13 dua minggu lagi mesti jalan. Yang tahap pertama BUMN, nanti yang tahap kedua baru swasta," dia menuturkan.

Adanya Rumah Kita diharapkan dapat meningkatkan jumlah muatan untuk dibawa pulang kapal tol laut. Dengan begitu biaya logistik jadi makin efisien.

"Kalau terisi otomatis harganya juga turun kan. Keterisiannya yang jelek itu hanya yang ke Natuna, yang lain rata-rata di atas 90%. Cuma harganya memang tidak terkontrol, karena tidak ada Rumah Kita di sana. Dan problem kedua adalah muatan baliknya tidak ada. Makanya kita lagi tingkatkan," tutupnya. (detikfinance).

------------------------------

international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia