Thursday, May 11, 2017

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Tol Laut Akan Tekan Biaya Logistik 25 Per Sen Di Indonesia Timur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ketersediaan tol laut, seperti pelabuhan berhasil menekan biaya logistik hingga 25 persen di kawasan Indonesia Timur.

“Berkaitan dengan tol laut, yang terkait pelabuhan, terutama di Indonesia bagian timur sudah dirasakan masyarakat. Turunnya harga 20 persen-25 persen, itu penurunan yang cukup tinggi,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Bidang Kemaritiman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Pada rakornas yang dihadiri jajaran menteri, gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia, Jokowi menegaskan kembali visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Presiden optimistis apabila rute dan trayek perjalanan kapal semakin banyak, harga kebutuhan pokok di Indonesia Timur juga bakal menurun.


Selain itu, kata Presiden, ketersediaan infrastruktur pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok telah mengundang daya tarik kapal-kapal kontainer berukuran raksasa untuk berlabuh di situ.

Pada 9 April lalu, sebuah kapal kargo raksasa berkapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. CMA-CGM menjadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar di pelabuhan di Indonesia.

Pelabuhan New Priok, yang baru dibangun juga dapat menampung kapal raksasa dengan daya angkut kontainer 13.000 TEUs. “Artinya, nanti juga akan ada penurunan biaya logistik, dan transportasi, karena kita sudah tidak usah transit ke negara lain. Langsung masuk ke negara tujuan,” katanya.

baca juga:


Dikatakan, penurunan biaya logistik juga bakal terjadi apabila dilakukan konsolidasi antarpelabuhan. Hal ini akan memacu semakin banyak kapal yang merapat di berbagai pelabuhan di Indonesia. “Bisa kita lakukan dengan baik, kapal besar akan semakin banyak yang merapat di pelabuhan kita, karena kapasitas yang diangkut betul-betul sudah ada,” katanya.

-----------------------------

perusahaan logistik terbaik di indonesia - quantum indonesia


Thursday, April 27, 2017

Untuk Menggaet Kapal Raksasa Lainnya Pelindo II Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun

Untuk Menggaet Kapal Raksasa Lainnya Pelindo II Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun

Masuknya kapal raksasa milik Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) di Pelabuhan Tanjung Priok membuat PT Pelindo II semakin bergairah untuk menggaet kapal raksasa lainnya untuk melayani pengiriman peti kemas.

Untuk itu BUMN pelabuhan tersebut harus melakukan pengerukan kedalaman dermaga JICT agar bisa disandari oleh kapal-kapal raksasa.

Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan Pelindo II Riry Syeried Jetta menjelaskan, sebelum kapal milik CMA-CGM yang memiliki kapasitas rata-rata di atas 8.000 TEUs datang pihaknya telah melakukan pengerukan.

Sebelumnya kedalaman dermaga JICT sekitar minus 12-13 meter, sementara saat ini kedalamannya sudah mencapai minus 13-14 meter.

"Saat ini masih melakukan pengerukan. Kami targetkan kedalaman mencapai minus 16 meter pada Agustus nanti," tuturnya di Tanjung Priok, Jakarta.


Riry mengungkapkan untuk melakukan pengerukan tersebut Pelindo II menyiapkan capital dredging sebesar Rp 2,5 triliun. Selain digunakan untuk pengerukan, dana tersebut juga digunakan untuk memperlebar pelabuhan dan terusan sungai.

Kedalaman yang ada saat ini memang bisa disandari oleh kapal CMA-CGM yang rata-rata memiliki kapasitas hingga 8500 TEUs. Namun hal itu karena tingkat keterisiannya saat ini masih mencapai rata-rata 2300 TEUs.

baca juga:

Jika kapal tersebut terisi penuh maka dibutuhkan kedalaman dermaga JICT mencapai minus 15,5 meter. Apalagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal ada kapal raksasa lainnya yang akan masuk berkapasitas diatas 10.000 TEUs

----------------------

perusahaan jasa custom clearance di jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 25, 2017

Inilah Sejarah Panjang JICT Dalam Melayani Pelayaran Tujuan Langsung Atau Direct Call Di Tanjung Priok

Inilah Sejarah Panjang JICT Dalam Melayani Pelayaran Ttujuan Langsung Atau Direct Call Di Tanjung Priok

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mencetak sejarah baru di tahun ini dengan pencapaian sukses melayani kapal terbesar CMA CGM Otello, milik perusahaan pelayaran Perancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).

Sebelumnya, 2 kapal berukuran besar lainnya yakni CMA CGM Titus dan Tancredi juga sukses dilayani di pelabuhan petikemas tersebut dengan produktivitas pelabuhan yang prima di JICT, yakni 27-30 Mph (gerakan per jam).

Kapal CMA-CGM Otello memiliki panjang 334 meter dan melakukan bongkar muat petikemas sebanyak 1.551 TEUs.

Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa, di sela acara seremonial penyambutan kapal petikemas raksasa, di dermaga Utara JICT, Jakarta, Minggu (23/4/2017) mengatakan CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. JICT dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service dengan jadwal satu kali setiap minggu ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat dan layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus.

baca juga:


Namun demikian, sejarah panjang juga telah ditorehkan JICT dalam melayani pelayaran tujuan langsung atau direct call. Hal itu antara lain:


Tahun 2000
JICT bekerjasama dengan P&O Nedloyd untuk pelayanan langsung ke Eropa. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal ‘MV Texas’ dengan kapasitas 3.052 TEUs dan panjang 289 meter.

Tahun 2007
JICT bekerjasama dengan Maersk Line untuk pelayanan langsung ke Afrika. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal berkapasitas 2.500 TEUs dan panjang 220 meter.

Tahun 2011
JICT bekerjasama dengan konsorsium pelayaran termasuk APL (American President Line) untuk pelayanan langsung ke Australia. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal ‘MV Boomerang’ dengan kapasitas 4.000 TEUs dan panjang 286 meter.

Tahun 2012
JICT bekerjasama dengan Maersk Line untuk layanan langsung ‘Noorthern Loop’, Jakarta - Fremantle, Australia. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV Maersk Diadema dengan kapasitas 4.542 TEUs dan panjang 250 meter.

Tahun 2014
JICT bekerjasama dengan Pelayaran China Shipping untuk layanan langsung ‘Sundex’, Jakarta - Eropa. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV CSCL Felixtowe dengan kapasitas 4.500 TEUs dan panjang 297 meter.

Tahun 2017
JICT bekerjasama dengan Pelayaran CMA CGM untuk layanan langsung ‘JAX’, Jakarta - Amerika. Service ini ditandai dengan masuknya Kapal MV CMA CGM Titus dengan kapasitas 8.500 TEUs dan panjang 334 meter.

--------------------------

perusahaan jasa custom clearance di tanjung priok jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 18, 2017

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok?

Apa Alasannya Sehingga Baru Sekarang Kapal Kontainer 'Raksasa' Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok -  CMA CGM Titus

Sebuah kapal kargo raksasa dengan kapasitas 8.500 TEUs, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), hari ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal tersebut jadi kapal pengangkut kontainer raksasa pertama yang bersandar pada pelabuhan di Indonesia.

Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn Masassya, mengungkapkan alasan utama kapal kargo raksasa berlabuh di Indonesia lantaran kuantitas yang dibongkar muat di Indoesia belumlah mencukupi, khususnya untuk pengangkutan ke negara tujuan langsung (direct call).

Sistem tol dengan dengan menjadikan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan, membuat lebih banyak kontainer dari pelabuhan domestik lainnya dikirim ke Jakarta, sebelum kemudian dibawa langsung oleh kapal ukuran raksasa.


"Itu kan upaya peningkatan kargo, yang bisa dibawa pergi dari kapal CMA-CGM, next step-nya bagaimana kita improve Tanjung Priok jadi konsolidasi kargo dari daerah dekat langsung ke Jakarta, dari Jakarta ke negara tujuan. Saya yakin akan muncul kapal (raksasa) lain berikutnya," jelas Elvyn di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/4/2017).

Jika melihat infrastruktur pelabuhan hub di Indonesia sudah tak lagi jadi masalah. Bahkan Pelabuhan New Priok yang baru dibangun bisa menampung sandar untuk kapal raksasa dengan daya angkut kontaner 13.000 TEUs.

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini yakni koordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan lain dan juga pemerintah, agar beberapa hub pelabuhan yang sudah ditetapkan bisa berjalan optimal. Di luar Tanjung Priok, pelabuhan hub lainnya yakni Kuala Tanjung dan Bitung.

 Cara Mendapatkan Passive Income $1/Hari Hanya Dengan 1 Channel YouTube Sederhana

Selama ini, dengan kuantitas pengangkutan direct call yang masih sedikit, membuat kontainer terpaksa harus mampir dulu ke negara tetangga seperti Singapura, sebelum kemudian dikirim ke negara tujuan (transhipment).

"Kami berkoordinasi dengan Pelindo lain, juga Kemenhub, tujuan sama untuk meningkatkan posisi Indonesia yang memiliki banyak pelabuhan agar bersaing di negara tetangga. Kita nggak ada masalah," ujar Elvyn.

Saat ini saja, kapal raksasa CMA-CGM yang dimiliki perusahaan Prancis ini akan mengangkut sebanyak 2.300 TEUs dari Priok untuk dibawa langsung ke Amerika Serikat. Dari jumlah itu, sebanyak 22% kontainer berasal dari pelabuhan domestik lain yang dibawa ke Tanjung Priok (transhipment).

Direncanakan, tanggal 23 April, akan ada kapal dengan kapasitas yang lebih besar lagi dari perusahaan yang sama, yakni sebesar 10.000 TEUs yang akan bersandar di JICT, Tanjung Priok.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menuturkan pemerintah lewat tol laut sudah menetapkan Tanjung Priok sebagai hub pelabuhan. Sehingga kapal-kapal dari pelabuhan domestik lain akan melakukan transhipment di Jakarta.

baca juga:

Selain itu, beroperasinya kapal roro untuk angkutan truk ke Priok juga akan melipatgandakan jumlah kontainer dari Priok untuk diangkut kapal kargo raksasa.

"Dengan adanya sistem tol laut dan roro, konsolidasi barang akan jadi lebih baik. Kita upayakan berikan insentif ke roro, jadi akan lebih banyak barang yang dibawa dari sini (Jakarta). 23 (April) datang lebih besar lagi, 10.000 TEUs, kita akan undang Pak Presiden (sambut)," ungkap Budi.

Saat ini, baru kapal roro rute Jakarta Lampung yang sudah dibuka. Dalam waktu dekat, Kemenhub juga akan membuka rute kapal roro angkutan truk untuk Jakarta-Surabaya. (idr/mkj)


--------------------------------------

international freight forwarde in jakarta indonesia - quantum indonesia

Monday, April 17, 2017

Lagi, Kapal Kontainer Raksasa CMA-CGM Tancredi Dengan Kapasitas 8.700 TEUs Sandar Di Pelabuhan Tanjung Priok

Lagi, Kapal Kontainer Raksasa CMA-CGM Tancredi Dengan Kapasitas 8.700 TEUs Sandar Di Pelabuhan Tanjung Priok

Selang sepekan pascakedatangan kapal kontainer raksasa CMA-CGM Titus di Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini, Minggu (16/4/2017) sebuah kapal kontainer raksasa kembali sandar di pelabuhan yang berada di Teluk Jakarta tersebut.

Kapal raksasa yang sandar di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) itu bernama CMA-CGM Tancredi, dengan kapasitas hingga sekitar 8.700 TEUs, lebih besar dibandingkan kapal sebelumnya sebesar 8.500 TEUs.

Manager Corporate Affairs PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Indira Lestari mengatakan kapal kontainer raksasa kedua yang datang itu memiliki bobot hingga 92.498 gross tonnage (GT) dan panjang sekitar 334,99 meter.

"Kapal CMA-CGM Tancredi berkapasitas pasti 8.721 TEUs, tambat di JICT kemudian melakukan bongkar muat barang kisaran 2009 TEUs (bongkar 165 TEUs dan muat 1844 TEUs)," ujarnya, Minggu.

Menurutnya kapal tersebut masih merupakan layanan dari perusahaan pelayaran raksasa asal Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).


Prasetyadi, Direktur Operasional dan Sistem Informasi PT Pelindo II / Indonesia Port Corporation (IPC) mengatakan bahwa CMA-CGM memang telah menjanjikan akan melayari Pelabuhan Tanjung Priok selama sepekan sekali.

"Mereka memang menjanjikan akan melayari sepekan sekali, kalau muatan terus bertambah bahkan akan mendatangkan kapal raksasa generasi terakhir yang berkapasitas hingga 14.000 TEUs," ujarnya.

artikel terkait:

CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat. Layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus. (industri.bisnis.com)

------------------------------

perusahaan jasa custom clearance di jakarta indonesia - quantum indonesia

Kapal Besar Bermuatan 10.000 TEUS Akan Merapat Ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Kapal Besar Bermuatan 10.000 TEUS Akan Merapat Ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kapal bermuatan 10.000 TEUs bakal merapat ke Pelabuhan Tanjung Priok minggu depan. Kapal ini kata dia menjadi kapal terbesar yang pernah merapat ke Indonesia.

Dengan adanya kapal besar yang merapat ke Indonesia, diharapkan kontainer tujuan Indonesia tak lagi transit di Singapura.

"Seminggu lagi akan datang kapal besar 10.000 Teus yang akan mulai merapat ke Tanjung Priok, ini kapal besar pertama yang datang di Tanjung Priok dan ini akan kita gunakan untuk menurunkan biaya-biaya logistik kita dan mempercepat proses pengiriman barang atau kedatangan barang dari dan ke Indonesia," kata Jokowi.

Menurutnya, ini merupakan terobosan yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia ke luar negeri.

Karena dengan kedatangan kapal itu nantinya, barang yang akan dikirim tak perlu lagi melakukan transit di Singapura, mengingat pelabuhan Tanjung Priok telah bisa disandari oleh kapal-kapal besar.


"Saya ingat, ini sudah berpuluh tahun saya tahu ini kita cita-citakan. Dan Insya Allah nanti hari Minggu depan akan ada sebuah kapal besar 10 ribu Teus yang akan merapat ke Priok, itu adalah awal daya saing dari produk-produk Indonesia karena biaya feed cost-nya akan jauh lebih murah karena pelayanannya lebih baik dari kapal-kapal yang hadir di Pelabuhan Tanjung Priok," ungkapnya.

Pelabuhan Tanjung Priok memang disiapkan untuk menjadi pelabuhan hub internasional melalui intensifikasi transhipment dengan direct call (pelayaran langsung) jarak jauh.

artikel terkait:
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, hal tersebut lantaran keinginan Indonesia agar bisa bersaing setidaknya dengan Singapura dan Malaysia.

"Kita ingin minimal Tanjung Priok harus sama dengan yang ada di Singapura dan Malaysia," tandasnya. (ang/detikfinance).

-------------------------------
perusahaan emkl di jakarta - quantum indonesia

Wednesday, April 12, 2017

Pelindo I Akan Datangkan Kapal Kontainer Ke Pelabuhan Internasional Krueng Geukeuh Lhokseumawe Aceh

Pelindo I Akan Datangkan Kapal Kontainer Ke Pelabuhan Internasional Krueng Geukuh Lhokseumawe Aceh

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pelaku usaha dan investor di Pelabuhan Internasional Krueng Geukeuh, Lhokseumawe, Aceh. PT Pelindo I akan datangkan kapal khusus kontainer untuk mengangkut produk sumber daya alam (SDA) di Aceh agar bisa di ekspor ke pasar internasional.

"Kami komit untuk memajukan Pelabuhan Internasional Krueng Geukuh Lhokseumawe dan Pelabuhan Malahayati Banda Aceh," kata Direktur Keuangan PT Pelindo I, Farid Luthfi usai membuka Festival Kuliner dan Budaya di Lapangan Bekas Pelabuhan Lhokseumawe, Sabtu (8/4/2017).

Farid menyebutkan khusus di Pelabuhan Krueng Geukuh, pihaknya akan mendatangkan kapal khusus untuk kontainer. Dengan adanya kapal itu, pastinya biaya angkut lebih murah, dan barangnya pun pasti tidak mahal.


"Nanti kapalnya rutin, untuk awal-awal kita buat satu atau dua kali dalam sebulan. Adanya kapal ini agar biaya lebih murah. Para pengusaha nanti mengirim barang sudah bisa melalui Pelabuhan Krueng Geukuh. Biaya ekspor murah, harga jual dan beli barang pun pasti akan stabil," tambah Farid.

Farid berharap, dengan adanya komitmen Pelindo I, nantinya barang-barnag yang ada di Aceh bisa di promo ke mancanegara supaya ekonomi masyarakat Aceh terus meningkat apalagi di topang lahirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, ini merupakan program multiplier effect.

Di sisi lain, Farid menepis kalau selama ini ada isu intervensi yang dilakukan pihak Medan, Sumatera Utara terhadap pengembangan pelabuhan di Aceh.

artikel terkait:
"Itu tidak benar. Malah selama ini kita ingin memajukan pelabuhan di Aceh. Semua unsur sudah komitmen termasuk para investor dan perusahaan-perusahaan pendukung lainnya," sebut Farid.

--------------------
international freight forwarding in Aceh - quantum indonesia