Wednesday, May 17, 2017

Rencana Pembangunan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Mulai Disiapkan Target 90 Juta Penumpang Per Tahun

Rencana Pembangunan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Mulai Disiapkan Target 90 Juta Penumpang Per Tahun

Operator 13 bandara di Indonesia barat, PT Angkasa Pura II, mulai menyiapkan rencana pembangunan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng guna mengejar target kapasitas terminal mencapai 90 juta penumpang per tahun.

Kepala Project Management Unit Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura (AP) II Agung Sedayu mengatakan perseroan saat ini tengah melakukan proses perencanaan detail bangunan (detail engineering design/DED) Terminal IV.

“Kami lagi proses DED. Sekarang, waktunya sedang kami coba sinkronkan, jadi belum bisa dipastikan, namun yang pasti segera dibangun. Terminal ini kelanjutan dari Terminal 3 yang sekarang,” katanya Kamis (11/05).

Agung menjelaskan AP II tidak ingin lagi ketinggalan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan penumpang pesawat yang menggunakan Bandara Soekarno-Hatta tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas yang memadai.

Rencananya, kapasitas Terminal 4 akan mencapai 25 juta penumpang per tahun. Seiring dengan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, total kapasitas Bandara Soekarno-Hatta bakal mencapai 90 juta penumpang per tahun.


“Kami tidak mau telat lagi seperti yang lalu-lalu. Kami sudah kapasitasnya 60 juta, sementara kapasitas terpasang baru 22 juta. Kami akan antisipasi itu agar tidak terjadi lagi lag capacity. Yang kami bangun hanya memenuhi apa yang sudah ada,” tuturnya.

Untuk diketahui, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani 58,12 juta penumpang sepanjang 2016, tumbuh 7% dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya 54,29 juta penumpang.

Sementara itu, Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengapresiasi upaya AP II yang terus mempercepat pembangunan infrastruktur bandara.

“Kuncinya memang harus membangun lebih banyak supaya tidak stuck. Kalau pertumbuhan penumpang misalnya 10%, kapasitas bandara harus ditingkatkan lebih banyak, misalnya 15%,” ujarnya.

baca juga:


Bayu menilai percepatan pengembangan infrastruktur memang harus ditempuh pemerintah mengingat kondisi infrastruktur saat ini, khususnya pada transportasi udara yang masih tertinggal dibandingkan dengan laju permintaan.

Sekadar informasi, AP II menargetkan terminal baru di lima bandara yang dikelola perseroan dapat beroperasi pada 2017 guna mendukung pengembangan pariwisata nasional dan ekspansi bisnis perseroan.

Kelima bandara tersebut yakni Husein Sastranegara Bandung, Depati Amir Pangkalpinang, Silangit Tapanuli Utara, Supadio Pontianak, dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

-------------------------------

international air freight forwarding in jakarta indonesia - quantum indonesia

Tuesday, May 2, 2017

25 Juta Penumpang Per Tahun Dapat Ditampung Terminal 3 Bandara Soekaro-Hatta

25 Juta Penumpang Per Tahun Dapat Ditampung Terminal 3 Bandara Soekaro-Hatta

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta bakal mulai melayani penerbangan Garuda Internasional pada 1 Mei 2017 nanti. PT Angkasa Pura II menyatakan, kapasitas penumpang per tahun yang mampu ditampung oleh Terminal 3 adalah sebanyak 25 juta penumpang.

Direktur Operasi dan Teknik AP II, Djoko Murjatmodjo, mengatakan kapasitas sebanyak 25 juta penumpang itu terbagi untuk 12,5 juta penumpang domestik dan 12,5 juta penumpang internasional.

"Kita layani 25 juta penumpang dengan level of service B, sementara bandara-bandara di dunia umumnya level of services C. Nah Terminal 3 ini level of service B, kalau diturunkan ke C bisa jadi 30 juta," kata Djoko.

Selain masalah penumpang, Djoko juga mengatakan, Terminal 3 lnternasional menyediakan 17 parking stand untuk pesawat yang dapat mengakomodir hingga 3 pesawat berbadan lebar atau wide body Airbus A380.


"Sebanyak 3 parking stand yang mampu mengakomodir pesawat terbesar yaitu Airbus 380, sehingga bisa dilayani disini untuk menampung transportasi udara skala termodern saat ini," terangnya.

Dirinya juga mengatakan, area keberangkatan Terminal 3 lnternasional dapat dijangkau oleh penumpang pesawat melalui Gate 1 dan Gate 2 untuk kemudian memproses keberangkatan di konter check-in island A dan B.

baca juga:

"Pada 1 Mei mendatang, bangunan yang akan dioperasikan untuk penerbangan internasional ini baru sebatas main building saja atau bagian tengah bangunan, Gate yang dibuka untuk proses naik pesawat atau boarding baru sebanyak 6 gate yakni Gate 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Kami menilai ini cukup karena baru Garuda Indonesia yang akan mengoperasikan penerbangan internasional," ujarnya.

---------------------------
perusahaan jasa custom clearance udara di jakarta indonesia - quantum indonesia

Sunday, April 23, 2017

Jalan Tol Akses Tanjung Priok Sepanjang 11,4 kilometer Akan Dilintasi 3.600 Truk Kontainer Setiap Hari

Jalan Tol Akses Tanjung Priok Sepanjang 11,4 kilometer Akan Dilintasi 3.600 Truk Kontainer Setiap Hari

Jalan Tol Akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 kilometer telah diresmikan pada Sabtu 15 April 2017. Jalan tol ini diprediksi akan dilintasi oleh sekitar 3.600 truk kontainer.

Peresmian dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Dengan adanya tol ini kecepatan keluar masuk pelabuhan kontainer dapat ditingkatkan, artinya kapal- kapal peti kemas tersebut bisa dilayani dengan baik,"ujar Jokowi, di Jakarta, Sabtu, 15 April 2017.

Dengan tol baru ini, arus keluar masuk kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia akan lebih cepat sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Pembangunan jalan tol ini pertama kali dimulai pada 2008 lalu dan sempat mengalami permasalahan pengadaan lahan. Selain itu tercatat ketidaksesuaian mutu beton sebanyak 69 pilar sehingga dilakukan pembongkaran dan pergantian.

Adanya kendala itu membuat penyelesaian jalan Tol Akses Tanjung Priok mengalami keterlambatan hingga 5 tahun.

Jalan tol akses Tanjung Priok adalah bagian dari sistem jaringan tol Jabodetabek dan langsung terhubung ke ruas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang memiliki memiliki total panjang 69,77 kilometer.

Proyek ini merupakan bagian dari target pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer hingga 2019 mendatang. Jalan tol ini juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 di era Kabinet Kerja.

baca juga:


Jalan Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi, yaitu Seksi E-1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 Km, E-2 Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km, E-2A Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 km, NS Link Yos Sudarso-Simpang Jampea sepanjang 2,24 km, dan NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km.

dana warisan 1 m dengan cicilan ringan 355 ribu

--------------------------------------


Monday, April 17, 2017

Lagi, Kapal Kontainer Raksasa CMA-CGM Tancredi Dengan Kapasitas 8.700 TEUs Sandar Di Pelabuhan Tanjung Priok

Lagi, Kapal Kontainer Raksasa CMA-CGM Tancredi Dengan Kapasitas 8.700 TEUs Sandar Di Pelabuhan Tanjung Priok

Selang sepekan pascakedatangan kapal kontainer raksasa CMA-CGM Titus di Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini, Minggu (16/4/2017) sebuah kapal kontainer raksasa kembali sandar di pelabuhan yang berada di Teluk Jakarta tersebut.

Kapal raksasa yang sandar di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) itu bernama CMA-CGM Tancredi, dengan kapasitas hingga sekitar 8.700 TEUs, lebih besar dibandingkan kapal sebelumnya sebesar 8.500 TEUs.

Manager Corporate Affairs PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Indira Lestari mengatakan kapal kontainer raksasa kedua yang datang itu memiliki bobot hingga 92.498 gross tonnage (GT) dan panjang sekitar 334,99 meter.

"Kapal CMA-CGM Tancredi berkapasitas pasti 8.721 TEUs, tambat di JICT kemudian melakukan bongkar muat barang kisaran 2009 TEUs (bongkar 165 TEUs dan muat 1844 TEUs)," ujarnya, Minggu.

Menurutnya kapal tersebut masih merupakan layanan dari perusahaan pelayaran raksasa asal Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).


Prasetyadi, Direktur Operasional dan Sistem Informasi PT Pelindo II / Indonesia Port Corporation (IPC) mengatakan bahwa CMA-CGM memang telah menjanjikan akan melayari Pelabuhan Tanjung Priok selama sepekan sekali.

"Mereka memang menjanjikan akan melayari sepekan sekali, kalau muatan terus bertambah bahkan akan mendatangkan kapal raksasa generasi terakhir yang berkapasitas hingga 14.000 TEUs," ujarnya.

artikel terkait:

CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

Service ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat. Layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus. (industri.bisnis.com)

------------------------------

perusahaan jasa custom clearance di jakarta indonesia - quantum indonesia

Wednesday, May 13, 2015

APL Logistics Opens New Container Freight Station in Jakarta

APL Logistics Opens New Container Freight Station in Jakarta
APL Logistics announced the opening of a new container freight station (CFS) at the Tungya Collins Terminal in Cakung, North Jakarta.

The new CFS extends APL Logistics’ footprint in Indonesia where it offers export consolidation and warehousing services. It also complements APL Logistics’ existing facilities across Asia as a sourcing hub for both international and domestic distribution.

Friday, April 27, 2012

Indonesia to invest US$2.47 billion to boost port's to 18 million TEU

indonesia_new_priok_kalibaru_port_jakarta_invest

INDONESIA Port Corporation (IPC), the largest port operator in Indonesia, is planning to invest US$2.47 billion in the development of Kalibaru Port, an extension to the existing Tanjung Priok Port in North Jakarta, Indonesia, according to UK's Port Technology International.

Upon completion in 2023, Kalibaru Port, or New Priok, will more than triple the annual capacity of Tanjung Priok from five million TEU to 18 million TEU.

Indonesia Port Corporation confirmed earlier this month that it had received approval from Indonesia's Presidential Regulation to begin works on the ambitious project, the port operator said in a statement.

The first phase of the project will include the installation of $1.38 billion worth of container terminal infrastructure and related equipment, while $730 million will be made available to construct the port's new petroleum product terminal. In addition, a further $305 million will be used to build toll roads, a power station and industrial area, with the remaining $50 million earmarked for other services.

IPC also said that further funding in the development of New Priok could come from outside investors and in the form of loans from national and international lenders.

picture: google.com