Tuesday, April 11, 2017

Maskapai Garuda Indonesia Memperluas Jaringan Layanan Pengiriman Kargo Udara Door To Door di Indonesia

Maskapai Garuda Indonesia Memperluas Jaringan Layanan Pengiriman Kargo Udara Door To Door di Indonesia

Maskapai PT Garuda Indonesia memperkuat kerja sama dengan PT Aero Jasa Cargo (AJC) atau Aeroexpress untuk memperluas jaringan layanan pengiriman kargo udara di wilayah Indonesia.

Penguatan jalinan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kedua perusahaan yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (30/3). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono dan Direktur Utama PT Aero Jasa Cargo (AJC) Bambang Sunan.

Kerja sama tersebut mencangkup dua bidang, yaitu kerja sama untuk layanan door to door dan kerjasama peresmian cargo service center (CSC) melalui program kerja sama operasi (KSO) antara Garuda Indonesia Cargo dengan Aero Jasa Cargo.

Melalui layanan kerjasama door to door para pelanggan AJC semakin dimudahkan untuk melakukan pengiriman barang di wilayah domestik melalui jaringan layanan masing-masing entinas bisnis Garuda Indonesia Group tersebut.

Selain itu, melalui KSO, Garuda Indonesia Cargo dan AJC pun dapat bersama-sama untuk mengembangkan perluasan jaringan layanan kargonya dengan membuat kerjasama pengelolaan CSC, salah satunya adalah kerja sama pengelolaan CSC KSO terbaru di Tebet, Jakarta.

Sigit Muhartono mengatakan bahwa peresmian CSC KSO di Tebet tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pelanggan Garuda Indonesia Cargo maupun PT Aero Jasa Cargo, mengingat layanan Garuda Indonesia Cargo akan semakin bervariasi, salah satunya melalui layanan pengiriman premium door to door.

“Pembukaan CSC ini merupakan salah satu upaya mengembangkan potensi kargo udara di Indonesia, dan semoga ke depannya layanan melalui CSC ini diharapkan dapat menjangkau ke seluruh pelosok daerah untuk menunjang pesatnya pengiriman kargo domestik dan internasional bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Sigit.

Sigit menambahkan, kerja sama bersama AJC ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis yang dilakukan secara aktif pada 2017 sebagai bagian dari upaya peningkatan pertumbuhan market share Garuda di sektor domestik yang pada 2016 lalu tercatat sebesar 66% di pasar kargo udara nasional.

Sementara itu, Direktur Utama AJC Bambang Sunan mengatakan, dukungan penuh dari Garuda Indonesia Cargo melalui kerja sama yang baru ditandatangani, diharapkan akan semakin memperkuat aspek utama layanan perusahaannya terkait konfirmasi ruang, penanganan di bandara, komitmen harga yang bersaing, handling operasional, pendidikan dan pelatihan, serta sistem yang mendukung.

Saat ini telah terdapat 63 CSC yang dikelola langsung oleh Garuda Indonesia Cargo, dan 10 CSC KSO yang dikelola oleh mitra perusahaan. Dari total 73 outlet CSC yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, 46 CSC berlokasi di bandara dan 27 CSC lainnya berlokasi di pusat kota.

artikel terkait:

Dengan bertambahnya Cargo Service Center KSO Tebet, kini para pelanggan Garuda Indonesia Cargo dan AJC khususnya di wilayah Jakarta Selatan dapat menikmati kemudahan mengirim barang lewat udara, ke seluruh rute yang diterbangi Garuda Indonesia.

Para pelanggan dapat memilih layanan Regular atau Go Express, yang memprioritaskan pengiriman bedasarkan kecepatan waktu, berat dan jenis komoditas, disesuaikan dengan kebutuhan prioritas pelanggan.

Melalui Cargo Service Center, Garuda Indonesia Cargo melayani pengiriman barang dari city to door dan city to port, di mana CSC berfungsi sebagai drop and pick-up point. Selain itu, melalui CSC yang berlokasi di pusat kota, para pengguna jasa dapat melakukan pengiriman atau pengambilan barang/ dokumen tanpa harus datang ke bandara.


----------------------------------------------------------
perusahaan jasa pengiriman kargo udara door to door di indonesia - quantum indonesia

Tuesday, April 4, 2017

Bandara Banten Selatan Akan Menjadi Bandara Penyangga Kargo Bandara Soekarno-Hatta Tangerang

Bandara Banten Selatan Akan Menjadi Bandara Penyangga Kargo Bandara Soekarno-Hatta Tangerang

Bandara Banten Selatan akan dijadikan sebagai bandara penyangga penerbangan kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang yang sudah semakin padat.

"Bandara Banten Selatan ini tidak jauh dari Soetta, kapasitas sudah sangat padat sehingga ini bisa dikembangkan untuk mereduksi kargo," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agoes, dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Pandeglang ke-143 di Pandeglang, Sabtu (1/4/2017).

Dia menambahkan selain itu juga direncanakan akan dibangun kawasan aetropolis di sekitar bandara. "Karena tidak cukup apabila hanya bandara saja, kawasan Panimbang ini cukup luas, untuk menjadi alternate kargo, harus lebih dari itu luasnya," ucapnya.

Agoes mengatakan saat ini akan dirampungkan terkait penetapan lokasi Bandara Banten Selatan yang ditargetkan akhir April 2017. Penetapan lokasi tersebut kembali dilakukan karena sebelumnya proyek bandara tersebut sempat dicoret dari Rencana Induk Nasional Bandar Udara (Rinbu), sehingga penetapan lokasi 2010-2015 dicabut.

"Dari 2010 sampai 2015 tidak ada pergerakan, sekarang gayung bersambut sudah ada keseriusan dan komitmen dari Pemda dan ini akan membuat investor akan lebih yakin," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan terdapat perubahan rencana penetapan lokasi pembanguna bandara tersebut yang meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Panimbang (Desa Mekarsari) dan Kecamatan Sobang (Desa Kuta Mekar, Desa Bojen dan Desa Pangkalan).
artikel terkait: Alibaba Akan Bangun Pusat Logistik Dan E-Commerce Di Malaysia
Irna menjelaskan area awal bandara, yaitu jarak dari bibir pantai sepanjang tujuh sampai dengan 10 kilometer. Namun, lanjut dia, bila terjadi pergeseran, jarak dari bibir pantai 15 sampai dengan 25 kilometer.

"Kebutuhan lahan kami 540 hektare, dalam waktu cepat kami siap dalam pembebasan lahan ini," katanya.


Irna menambahkan pihaknya juga tengah meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberikan lahan milik Perhutani dalam pengembangan bandara tersebut. Terkait porsi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, selain dari pemerintah pusat melalui APBN.

"Semangat kami untuk pembangunan Bandara Banten Selatan sangat serius, akan kami alokasikan APBD, hari ini akan rapat dengan Pemrov, dan kami berharap bisa banyak dilirik oleh swasta, terutama untuk kargo seperti apa yang dikatakan oleh Pak Dirjen," tuturnya. (Ant/CP)

-----------------------------------------------------------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia


Monday, August 17, 2015

Air Freight Slowdown Continues - Several Regions in Decline

Air Freight Slowdown Continues
The International Air Transport Association (IATA) released data for global air freight markets showing a slowdown in growth for air cargo demand in June. Air freight volumes measured in freight tonne kilometers (FTK) rose just 1.2% compared to a year ago. This is consistent with falling trade activity and weaker than expected global growth.

Regional performance varied widely. Asia-Pacific, North American and Latin American carriers reported year-on-year declines (-0.3%, -3.3%, and -1.6% respectively) while European carriers reported that markets were flat. This was offset by the strong performance of Middle Eastern (+15.3%) and African (+6.7%) carriers to keep growth in positive territory. 

The general trend of a weaker 2015 compared to 2014 can be seen in the half-year data. Air freight markets expanded by 5.8% in 2014; however year-to-date growth for 2015 stands at 3.5%.

Friday, October 28, 2011

SINGAPORE AIRLINES launches twice-weekly FREIGHTER services to FRANKFURT

singapore_airlines_cargo

Singapore Airlines Cargo will commence twice-weekly Boeing 747-400 freighter services to Frankfurt from November 2, 2011 to complement cargo capacity on its twice-daily passenger flights between Singapore and Frankfurt to meet demand for the city's major exports of machinery and automobile parts.

"These services are in line with our policy of matching capacity with demand. The freighter services to Frankfurt will give our customers more choice of flights to choose from and will play an important role in expanding two-way trade links with key markets in Asia and Europe," said senior vice president Tan Tiow Kor.

The flight SQ7382 will depart on Wednesday from Singapore at 1910 hrs, arrive in Bengaluru at 2100 hrs, depart 2255 hrs, arrive in Sharjah at 0130 hrs, depart 0225 hrs, arrive in Frankfurt 06:15 hrs.

On Thursdays flight SQ7381 will depart Frankfurt at 0850 hrs, arrive at Sharjah at 1750 hrs, depart 1900 hrs for arrival in Singapore at 0610 hrs. On Saturdays flight SQ7384 will depart from Singapore at 2305 hrs, arrive in Chennai at 0045 hrs, depart at 0245 hrs, arrive in Sharjah at 0535, depart 0635 hrs with arrival in Frankfurt at 1025 hrs.

On Sundays flight SQ7383 will depart Frankfurt at 1415 hrs, arrive in Sharjah 2315 hrs, depart 0025 hrs to arrive Singapore 1135 hrs.

source: shippingazette.com / picture: google.com

Wednesday, August 31, 2011

INDONESIAN Chamber of Commerce seeks delay in strict AIR CARGO screening

indonesia_air_freight_cargo_screening

THE Indonesian Chamber of Commerce and Industry has called for further six-month postponement of a new cargo inspection process at international airports, saying lack of infrastructure and manpower will cause bottlenecks, reports the Jakarta Globe.

Ahead of the planned commencement of the cargo inspection process next week, Indonesian Chamber of Commerce and Industry chairman Suryo Bambang Sulisto said companies were not ready.

"There are only four cargo inspection agents handling 900 tons of merchandise per day. This will cause bottlenecks in airports, not to mention additional fees," said Mr Sulisto.

The regulation, designed to improve security surveillance at the urging of the International Civil Aviation Organisation, was first implemented in July at Soekarno Hatta International Airport. Packages are to be inspected individually, incurring an additional fee of 10 to 14 times the normal rate of IDR60 (US$0.007) per kilogramme.

When the system was implemented, chaos immediately ensued. A long backlog developed of cargo waiting for inspection, prompting cargo forwarding companies to strike, said the report.

Hundreds of tons of cargo, including newspapers, medicines and even human remains awaiting repatriation were stranded, incurring losses estimated in the billions of rupiah.

Hundreds of workers staged a one-day rally to protest the regulation that stipulated that only three companies - Duta Angkasa Prima Kargo, Gita Afian Trans and Fajar Anugerah Sejahtera - would be responsible for security screening of cargo shipments.

source; Shippingazette.com / picture: google.com