Wednesday, May 10, 2017

Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Sumatra Utara Bisa Rampung Tahun Ini.

Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Sumatra Utara Bisa Rampung Tahun Ini.

Presiden Joko Widodo optimistis Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara bisa rampung tahun ini.

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman memastikan di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, akan ada feeder boat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini pengerjaan feeder boat sedang dalam proses. Tujuannya adalah mengoptimalisasi layanan di Kuala Tanjung sebagai hub internasional.

"Di Kuala Tanjung, feeder boat sedang kita kerjakan. Dan itu sekarang dalam proses yang jalan," ujar Menko Luhut pada Rakornas Kemaritiman di TMII, Kamis (4/5/2017).

Sementara itu, Kementerian Perhubungan sebelumnya juga telah menyiapkan rencana trayek pelayaran internasional dari Pelabuhan Kuala Tanjung menuju Pelabuhan Bitung. Hal ini menyusul suksesnya pelayaran perdana Davao–Bitung awal bulan ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rencana itu sesuai dengan misi Kemenhub mewujudkan Bitung dan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional.

“Setelah Davao-Bitung baru dibuka selanjutnya Kuala Tanjung juga,” ujarnya seusai membuka Rapat Kerja Direktorat Perhubungan Laut 2017 di Jakarta, Rabu (3/5) lalu.

Dia optimistis pelayaran perdana dari dan menuju Pelabuhan Kuala Tanjung bisa terwujud pada tahun ini


“Kalau Kuala Tanjung kita harapkan pada Agustus atau September tahun ini buka,” katanya.

Menurut Presiden Joko Widodo, pelabuhan ini perlu dikebut penyelesaiannya agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan di bidang transportasi laut dengan negara lainnya.

"Kemungkinan besar pelabuhan Kuala Tanjung ini akan dikerjasamakan antara Pelindo, Rotterdam Port, dan juga untuk logistiknya dengan Dubai Port. Gabungan-gabungan seperti itu akan menjadikan kekuatan kita besar," ungkapnya.

Di hadapan para peserta Rapat Koordinasi Maritim di Taman Mini Indonesia Kamis (4/5/2017) kemarin Presiden mengingatkan seluruh masyarakat untuk meninggalkan rutinitas dan pola-pola lama dalam bekerja.

Presiden Joko Widodo juga meminta agar jajarannya berfokus pada industri kemaritiman seperti galangan kapal, jasa pelayaran, dan juga hilirisasi industri.

Dia mengatakan bahwa potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan ini USD1,33 triliun atau setara dengan Rp19 ribu triliun lebih. Ini sebuah potensi yang sangat besar.

baca juga:

Namun apabila pengelolaannya hanya rutinitas, monoton, dan tidak melakukan terobosan-terobosan, maka jangan diharapkan bahwa angka ini bisa dimiliki oleh Indonesia.

“10% saja sudah bagus apalagi masuk ke 19 sampai 20 puluh ribu. Ini sebuah pekerjaan besar," sambungnya (industridotbisnisdotcom).

------------------------
international freight forwarding in medan indonesia - quantum indonesia

Friday, April 14, 2017

Inilah Tiga Pelabuhan Laut Di Indonesia Yang Ditargetkan Menjadi Hub Internasional

Inilah Tiga Pelabuhan Laut Di Indonesia Yang Ditargetkan Menjadi Hub Internasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan 3 pelabuhan besar untuk menjadi hub internasional. Ketiga pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok, Kuala Tanjung, dan Patimban.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi yang pertama menjadi pelabuhan hub internasional.

"Kita punya konsep hub internasional itu 3, Priok itu enggak bisa enggak, makanya 2 tahun ini selama Kuala Tanjung belum beroperasi penuh jadi Priok, barang dari luar itu penting," kata Budi di Kantornya.

Budi menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung juga nantinya akan fokus pada kontainer, sedangkan untuk Pelabuhan Patimban difokuskan sebagai pelabuhan pelayanan industri kendaraan.

"Apalagi nanti akan ada industri kendaraan besar di Patimban, jadi nanti Patimban akan berbagi fungsi dengan di Priok," jelasnya.

Saat ini, kata Budi, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara terbagi menjadi 3 tahap, tahap pertama progres pembangunannya sudah mencapai 80% dan tahap kedua yang bekerjasama dengan Port of Roterdam masih belum berjalan.


Untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi hub internasional. Kata Budi, Kementerian Perhubungan memberikan waktu hingga Mei 2017 agar perusahaan sektor pelabuhan asal Belanda mampu menentukan sikap ingin membangun atau tidak.

"Tapi saya tidak ingin mendahului. Mungkin progresnya 80% tahap I di Kuala Tanjung, kalau tahap kedua itu masih nol persen, dengan tahap satu bisa internasional tapi masih terbatas," ungkapnya.

baca juga:
"Kuala Tanjung dan Priok bisa saling melengkapi, karena kita juga sudah siapkan jalan tol, kereta api, di sana untuk CPO, dan produk unilever dari Sei Mangkei," jelasnya.

Sebelum menjadi pelabuhan hub internasional, kata Budi, Kemenhub tengah menyiapkan formulasi diskon tarif bagi kapal-kapal berkapasitas besar untuk bersandar di Indonesia, serta hitungan biaya penundaan dan pemanduan kapal.

-------------------------------------
international freight forwarding in indonesia - quantum indonesia